Tukang Sate Ini Dulu Menghina Jokowi Dengan Foto Cabul, Kini Ditangkap Polisi Karena Cabuli Bocah


SuaraNetizen.com, DEPOK – Masih ingat nggak kasus tukang sate yang menghina Jokowi dengan gambar cabul dulu. Arsyad, dulu ditangkap karena menghina Jokowi lalu minta maaf dan berjanji tak akan mengulangi lagi.

Memang sih tak mengulangi lagi menghina Jokowi tapi yang dia lakukan sekarang lebih parah dari sekedar menghina Jokowi pakai foto cabul. Pasalnya, dia kini menjadi predator cabul yang memangsa anak anak. Mungkinkah ini yang namanya kuwalat ?? Atau memang sudah bakat ?

Dilansir dari pojoksatu.id, M Arsyad (26), predator seks yang pernah menghina Presiden Jokowi, ditangkap di sebuah vila di Puncak Bogor, Senin (11/7/2016).

Arsyad ditangkap karena menculik dan memperkosa bocah perempuan berusia 10 tahun. Arsyad melakukan pencabulan terhadap dua bocah berbeda.

Pertama, Arsyad mencabuli bocah perempuan berusia 10 tahun di kawasan Tapos, pada Minggu (4/6/2016). Kedua, Arsyad kembali memperkosa perempuan berusia 10 tahun lainnya, dan membawanya ke sebuah vila di Puncak, Bogor, Minggu (10/7/2016).

Arsyad menculik bocah 10 tahun itu dari kolam renang di Cilodong, Depok. Arsyad lalu membawanya ke Puncak Bogor untuk melampiaskan hawa nafsunya.

Kini, Arsyad sudah mendekam di tahanan Polresta Depok. Dia dibekuk di Puncak, Bogor oleh aparat Polresta Depok, Senin (11/7/2016) pagi.

Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan menuturkan terungkapnya kasus ini setelah pihaknya menerima laporan orangtua korban, Minggu (10/7/2016) malam.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung melakukan pengejaran dan mendapati pelaku di sebuah villa di Puncak Bogor bersama bocah yang diculiknya.

“Dari hasil interogasi, pelaku merayu korban dan membawanya ke Puncak dengan sepeda motor. Setelah dicabuli, korban akan dipulangkan kembali,” ujar Harry, Senin (11/7/2016).

Dikatakan Harry, dari hasil pemeriksaan, pelaku melancarkan aksinya dengan mengajak ke minimarket untuk berbelanja. Namun, pelaku justru membawa korban villa untuk dicabuli.

Pelaku diketahui pernah berurusan dengan polisi. Bahkan, Arsyad pernah mendekam di penjara lantaran menghina Presiden Jokowi. Pelaku mengunggah gambar yang melecehkan Presiden Jokowi bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

“Dia ini dulu sempat bikin ulah juga. Kasusnya menghina (menyebar gambar) yang tidak pantas,” ujar Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, AKP  Elly Padiansari. (PS/SN)

loading...