Prajurit ISIS pelaku teror Truk Nice kesehariannya jauh dari nilai islam


SuaraNetizen.com, NICE - Mulai ada titik terang mengenai jati diri Mohamed Lahouaiej Bouhlel, pelaku teror di Nice, Prancis. Menurut keluarganya, Bouhlel tidak mencerminkan seorang muslim yang taat.

Sepupunya menyebut Bouhlel sebagai seorang yang suka minum-minuman keras, makan daging babi, dan pengguna narkoba. Selain itu, ia juga tidak pernah shalat dan beribadah di masjid serta suka memukul istrinya yang telah memberinya tiga orang anak. Saat ini sang istri tengah menggugat cerai.

Nama Bouhlel masuk dalam data pengawasan polisi namun untuk kasus kejahatan kecil. Ia kehilangan pekerjaan sebagai sopir pengiriman barang setelah tertidur ketika mengemudi dan menabrak empat mobil. Selain itu ia juga terlibat perkelahian di sebuah bar.

Walid Hamou, sepupu Hajer Khalfallah (istriBouhlel) mengungkap jati diri Bouhlel kepada MailOnline, Jumat (15/7). "Bouhlel sama sekali tidak religius. Ia tidak pernah pergi ke masjid, tidak shalat, tidak menjalankan puasa Ramadan. Ia minum alkohol, makan daging babi, dan mengonsumsi narkoba. Padahal, itu semua dilarang Islam," kata Walid Hamou.

Hamou menyebut Bouhlel bukan seorang muslim. "Ia memukuli istrinya, sepupu saya. Ia melakukan sesuatu yang menjijikkan," katanya.

Istri Bouhlel saat ini dalam pengamanan polisi. Sebelumnya polisi menggerebek apartemen yang ditinggali Bouhlel di lantai 12 pada Jumat pagi.

Wissam, berasal dari desa yang sama di Tunisia, menyatakan pada Kamis malam Bouhlel sempat minun-minum dan ngobrol bersama kawan-kawannya. Seorang kawannya menyebut Bouhlel sebagai orang yang tidak punya nilai, namun ia menjawab, "Satu hari kamu akan mendengar tentang saya."

Berbicara kepada L'Express, ia mengatakan Bouhlel seorang peminum alkohol dan merokok ganja. Hannan, yang tinggal di apartemen di bagian bawah, mengatakan Bouhlel selalu menatap dirinya dengan pandangan aneh. Tetangga lainnya menyebut Bouhlel sebagai pria licik dan tidak suka bergaul.

Hamou (30) menyebutkan istri Bouhlel telah diamankan polisi pada pukul 11.00 waktu setempat. "Ia kemudian memberikan keterangan kepada polisi," katanya.

Nassim (33), tetangga Bouhlel, mengungkapkan dulu pria tersebut tiggal di flat bersama istri dan keluarganya. "Saya tinggal di samping flatnya," ujar Nassim.

Ia juga mengatakan Bouhlel bukan kategori muslim fanatik. Ia mengatakan sang tetangga suka minum minuman beralkohol, main perempuan, dan pergi ke klub malam. "Ia sama sekali tidak religius. Ia berpisah dengan istrinya sekira dua tahun lalu. Istrinya seorang perempuan yang cantik," kata Nassim. (dailymail/feb)

ISIS Klaim di Balik Serangan Truk di Nice

Situs media yang dikelola ISIS menyebutkan pelaku serangan truk di Nice, Prancis, Mohamed Lahouaiej Bouhlel adalah "prajurit" kelompok militan ISIS.

Kantor berita Aamaq pada Sabtu (16/7/2016) mengutip sumber keamanan mengatakan penyerang "melakukan operasi yang menargetkan warga negara koalisi yang melawan ISIS."

Serangan itu menewaskan 84 orang dan melukai 200 warga, ketika seorang pengemudi truk menabrakkan kendaraannya ke arah kerumunan massa yang sedang menikmati perayaan Hari Bastille di kota Nice, Prancis, Kamis malam (14/7/2016).

Penyerang yang kemudian ditembak mati aparat itu diketahui sebagai warga Prancis keturunan Tunisia berusia 31 tahun yang tinggal di Nice.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengukuhkan jumlah korban tewas dan mengatakan sang pengemudi “dilumpuhkan” oleh polisi. Beberapa polisi juga mendapati bahan peledak, granat dan senjata api lain di bagian belakang truk. (AP/tribunnews)

loading...