Pengamat Ini Sarankan Ahok Untuk Bunuh Diri Karena Sudah Terlalu Banyak Terlibat Skandal

  

SuaraNetizen.com - Direktur Lembaga Informasi Data, Zainal Muttaqin, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dinilai pantas untuk mengintrospeksi diri dan dengan lapang dada mundur dari jabatannya.

Pasalnya, kata Zainal, sejak menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok selalu tersangkut skandal. 

“Sebagai contoh, pada tahun 2013 silam, warga Jakarta dikejutkan dengan masalah bus Transjakarta berkarat yang telah menyedot APBD senilai Rp1,5 triliun. Namun, pada kasus ini hanya Kadis Perhubungan yang dijadikan tersangka," ungkap Zainal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/6).

Skandal lain yang ikut 'melambungkan' nama Ahok, lanjut Zainal, adalah pembelian lahan Sumber Waras. Masalahnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah Agus Raharjo CS tidak mau menindaklanjuti audit investigasi Badan Pengawas Keuangan (BPK).

"Sekali pun Badan Pengawas Keuangan (BPK) memberikan laporan audit investigatif dan menyatakan terdapat kerugian negara dalam pembelian Sumber Waras, pimpinan KPK yang baru ternyata mengatakan sebaliknya," ujar Zainal.

Tak hanya itu, Ahok juga terjerat skandal reklamasi pantai Utara Jakarta. Kasus ini makin meriah dengan tertangkapnya anggota DPRD, Muhammad Sanusi, dan bos perusahaan properti. Perkara ini kemudian menyeret lingkaran dekat Ahok ke dalam pusaran dugaan korupsi. 

"Kasus besar tersebut mengindikasikan bahwa Ahok telah gagal menjadi pemimpin yang bersih dan jauh dari skandal," tegas Zainal.

Zainal pun lalu membandingkan dengan budaya Jepang dan Korea. Menurutnya, di negara-negara yang maju seperti Jepang dan Korea Selatan, pejabat yang tersangkut kasus seperti  Ahok akan mengundurkan diri atau bahkan bunuh diri.

"Seharusnya Ahok sudah layak untuk bunuh diri atau terjun ke jurang. Malu dan mundur tampaknya belum cukup untuk menutupi mega skandal tersebut," pungkas Zainal.(Rmol)

loading...