Kapolri: Jubir ISIS Perintahkan Anggota ISIS Lakukan Aksi di Negara Masing masing saat Ramadhan

  

SuaraNetizen.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membantah saat dituding tidak adanya informasi intelejen dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo, Jawa Tengah kemarin.

Menurutnya, tidak ada cara mujarab yang bisa dilakukan aparat kepolisian terhadap bom bunuh diri. Sebab, mereka bisa meledakkan diri sewaktu-waktu di tempat mereka berada.

"Namanya bom bunuh diri tidak bisa diantisipasi. Anda mau menangkap di rumah diledakan di rumah, anda mau tangkep di jalan diledakan di jalan, anda mau tangkep di penjagaan ya diledakan di penjagaan. Tidak ada antisipasi yang mujarab untuk itu," papar Badrodin usai melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/7/2016).

Ia membenarkan jika pelaku yang bernama Nur Rohman itu merupakan anggota ISIS. Saat disinggung adakah ancaman susulan yang kemudian dilakukan kelompok radikal tersebut, Badrodin mengaku telah melakukan antisipasi.

Salah satunya ialah dengan menangkap beberapa terduga ISIS yang berada di Surabaya. Dimana mereka ingin melakukan serangan di tanggal 17 bulan ramadhan kemarin.

"Ada perintah, ada jubir ISIS Abu Mohammad Al Ani yang menyampaikan seluruh anggota ISIS yang ada di negara masing-masing untuk melaksanakan aksinya pada bulan Ramadan, dan kebetulan kita sudah mengurangi risiko itu dengan melakukan penangkapan terhadap beberapa orang di Surabaya, itu jauh lebih besar dari yang ini. Itu kan direncanakan untuk tanggal 17 ramadhan," tutupnya.

Sebagai informasi, pria warga Sangkrah, RT 01 RW 01 Kliwon, Solo, Jawa Tengah itu diduga merupakan anggota jaringan kelompok Aman Abdurrahman yang sampai saat ini belum ditangkap.(kha/okezone)

loading...