Justru banyak muslimah berhijab dan anak anak yang tewas akibat teror truk teroris di Nice


Truk maut di Nice Prancis. ©2016 REUTERS/Eric Gaillard

SuaraNetizen.com - Petugas medis menyatakan banyak korban serangan truk di Nice, Prancis, masih anak-anak di bawah 17 tahun. Saksi mata mengatakan ada satu keluarga yang menyaksikan pawai tewas bersama dilindas truk.

The Independent melaporkan, Jumat (15/7/16), rumah sakit anak di Nice menerima rujukan 50 anak-anak yang luka-luka akibat serangan kemarin malam. Dokter melaporkan belasan anak itu dalam kondisi "hidup dan mati" karena mengalami luka berat.

Aksi pelaku yang bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel turut menewaskan turis maupun warga beragama Islam yang sedang menonton pawai perayaan Hari Bastille. Maryam Violet, jurnalis yang berada di lokasi, menyatakan melihat banyak jenazah perempuan mengenakan hijab.

"Ada satu keluarga korban luka yang saya temui setelah kejadian juga berbicara dalam bahasa Arab. Mereka kehilangan ibunya dalam insiden ini," kata Violet.

Dewan Muslim Prancis menyatakan serangan teror ini sebagai perbuatan barbar. Lebih dari itu, pelaku merupakan pengecut yang berusaha menjatuhkan semangat warga Prancis.

"Padahal di hari ini, rakyat Prancis merayakan hari Bastille, merayakan spirit kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan," seperti dikutip dari keterangan tertulis Dewan Muslim Prancis.

Wali Kota Nice, Christian Estrosi, berupaya meredam kebencian terhadap muslim di kotanya. Dia mengajak seluruh umat beragama untuk saling bahu membahu membantu korban serangan truk.

"Pemerintah kota ingin bekerja sama dengan setiap imam masjid, pendeta gereja, serta rabbi sinagog, mari kita menolong para korban, meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," kata Estrosi.

Pelaku adalah warga kota Nice berusia 31 tahun. Mohamed Lahouaiej Bouhlel adalah warga keturunan Tunisia. Motifnya menabrakkan truk dalam kecepatan tinggi ke kerumunan orang belum diketahui.

Sumber: merdeka.com

loading...