Gus Mus: Kalau Dengar Nama Islam Nusantara Ojo Kaget


SuaraNetizen.com, REMBANG – Umumnya orang Indonesia mengartikan halalbihalal adalah Bahasa Arab. Padahal itu tidak benar. Halalbihhalal adalah murni bahasa Indonesia yang merupakan produk bahasa masyarakat Nusantara.

Demikian dikemukakan oleh Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustafa Bisri (Gus Mus) dalam acara halalbihalal dan tahlil tahunan memperingati haul simbah KH Syahid dan Hj Shofiah pengasuh Pesantren Alhamdulillah Desa Kemadu Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Ahad (10/7).

Gus Mus menjelaskan, halalbihalal merupakan produk asli bahasa Indonesia yang sekarang biasa disebut dengan Nusantara. Karenanya penulisan halalbihalal pun harus benar, tanpa menggunakan spasi sebagaimana yang tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurutnya, di dalam Bahasa Arab kata “halal” memang ada. Kata ini dapat diartikan lawan dari kata “haram”. Menulis ‘halalbihalal’ itu tidak menggunakan spasi dikarenakan itu Bahasa Indonesia. Indonesia itu terkenal dengan nama ‘Nusantara’. Jadi kalau dengar nama Islam Nusantara, ojo kaget (jangan heran).

“Umumnya orang Indonesia beranggapan halalbihalal itu bahasa Arab. Dalam bahasa Arab kata ‘halal’ ada. Kata ‘bi’ juga ada. Tetapi kalau rangkaian ‘halalbihalal’, itu tidak ada dalam Bahasa Arab,” terang Gus Mus menggunakan Bahasa Jawa.

Menurut Gus Mus, istilah halalbihalal bahan bakunya dari Bahasa Arab, terdiri atas kata ‘halal bi halal’. Tetapi yang membuat rangkaian ‘halalbihalal’ itu adalah orang Indonesia.

“Kalau dicari dalam kamus Bahasa Indonesia pasti ada, di mana tulisan ‘halalbihalal’ tanpa spasi yang bisa diartikan ‘Acara silaturahmi dalam rangka Idul Fitri’,” terang Gus Mus.

Sumber: Nu.Or.id 

loading...