Di hari yang Fitri, Warga Luar Batang Berdoa: Semoga Ahok Enggak Gusur Rumah Saya


SuaraNetizen.com, Jakarta – Jamil (42), warga RW 04 Luar Batang mengakui, dalam salah satu permohonannya ia berharap  tempat tinggalnya itu tak digusur pemerintah.

“Kalau saat Lebaran kemaren (2015) saya minta agar diberi rejeki yang cukup, kalau sekarang saya minta agar tak digusur,” kata Jamil seraya terkekeh ketika ditemui saat menyelesaikan ibadah Shalat Eid di Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pria yang bekerja sebagai nelayan ini mengakui sebagian besar warga memang kerap mendapatkan pemberitahuan dari Kecamatan Penjaringan bahwa tempat tinggal mereka akan dipindahkan.

“Saya makanya ketar-ketir mas, apalagi katanya rumah saya juga bakal digusur. Makanya selama lebaran ini saya doakan supaya Ahok (Gubernur DKI Jakarta) enggak gusur rumah saya,” kata Jamil yang masih mengenakan sarung dan baju koko ini.

Selain Jamil, warga RW 2 Luar Batang, Badru (33) juga mempunyai doa dan harapan yang sama dalam ibadah sholat Id kali ini. “Saya berdoa supaya tahun depan saya bisa tinggal di sini (Luar Batang) lagi,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengedarkan surat pemberitahuan terkait penertiban di kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Surat yang ditandatangani Camat Penjaringan Abdul Khalit diedarkan kepada warga di RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 4 di Luar Batang pada Kamis (24/3).‎

Dalam surat tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan wisata Sunda Kelapa dan Museum Bahari. Dalam realisasinya, baru Pasar Ikan di RW 4 yang sudah dilakukan penertiban pada Senin (11/4). (KC)

loading...