BJ Habibie Tulis Surat Minta Jokowi Batalkan Eksekusi Zulfiqar Ali, ini alasannya

SuaraNetizen.com, Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie diberitakan meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk meninjau ulang eksekusi mati terhadap seorang warga negara Pakistan, Zulfiqar Ali.

Dalam selembar suratnya yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, Habibie mengatakan bahwa dari laporan sejumlah advokat dan lembaga swadaya masyarakat, ternyata Zulfiqar tak bersalah.

"Saya mengimbau kepada Bapak Presiden untuk meninjau/mempertimbangkan kembali keputusan eksekusi tersebut di atas," kata Habibie dalam suratnya seperti dilansir dari liputan6.com. 

Tak cuma itu, mantan Wakil Presiden RI itu juga meminta agar Jokowi mempertimbangkan kembali penetapan kebijakan moratorium hukuman mati.

"Lebih dari 140 negara di dunia sudah menetapkan kebijakan moratorium dan/atau menghapuskan hukuman mati," tulis Habibie.

Hal itu didasari pemikiran bahwa hukuman mati belum tentu akan mengurangi peredaran narkoba.

"Ternyata sangat mungkin memerangi narkoba tanpa penetapan hukuman mati, seperti telah dilakukan Swedia dan beberapa negara lain," ujar Habibie.

Zulfiqar Ali sendiri memang tak jadi dieksekusi mati pada Jumat dini hari tadi. Dari 14 terpidana mati yang direncanakan dieksekusi, hanya 4 saja terpidana yang dieksekusi. Mereka adalah Freddy Budiman dari Indonesia, Michael Titus (Nigeria), Humprey Ejike (Nigeria), dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (Afrika Selatan). (SN)

loading...