Ayah Sibuk Update Status Fb, Jari jari Anaknya Putus gara gara ini

  

Camat Bulak, Suprayitno, saat memasukkan jarinya ke sela ukiran stainless steel di area Jembatan Suroboyo. Foto kanan, Siti Romlah menggendong putrinya di RS Soewandi Surabaya, sembari menunggu Raja Ghyatsa Fahrullah Ramadhan di ruang IGD, Senin (11/7/2016). 

SuaraNetizen.com | SURABAYA - Maksud hati ingin menikmati indahnya Jembatan Suroboyo yang baru diresmikan, Neki Roma Saputra pun mengajak keluarga untuk bersenang-senang.

Nahas, niat itu harus berbuah kesedihan lantaran anaknya, Raja Ghyatsa Fahrullah Ramadhan, mengalami musibah di area jembatan, Senin (11/7/2016) malam.

Neki Roma Saputra tinggal di Jalan Ikan Gurami Gang 6/10 Surabaya. Pada Senin malam itu, anaknya bermain di luar pagar jembatan terbuat dari logam stainlees steel yang bermotif ukiran Suro dan Boyo

Raja yang asyik bermain luput dari perhatian ayahnya. Sebab, pada saat bersamaan Neki asyik bermain gadget untuk mencari informasi tentang jembatan yang memiliki panjang 800 meter ini.

Dia pun langsung mengupdate status di Sapawarga dan E-100 Suara Surabaya untuk mempertanyakan jam operasional jembatan.

"Saya update status, nulis di Sapawarga dan E-100 bilang kenapa jembatan yang sudah diresmikan masih ditutup, padahal warga sudah berjubel. Lah, kok anak saya mendekati sambil tangannya berdarah," kata Neki kepada SURYA.co.id saat di RSU Soewandie Surabaya.

Sebelum kejadian itu, Neki sempat mengimbau anaknya untuk berhati-hati dan melarang memanjat pagar

"Awalnya saya sudah melarang, ternyata Raja tetap bermain di situ. Kejadiannya cepat sekali, saya juga tidak menduga bisa seperti ini," terang dia.

Tanpa banyak pikir, tangan Raja yang terus mengeluarkan darah kemudian dibungkus dengan kain dan dilarikan ke rumah sakit.

Dua jari kiri Raja rupanya terputus akibat terkena tajamnya pagar jembatan. "Jari kelingking sama jari manisnya yang putus, sekarang masih dirawat," terangnya.

Neki menduga, anak keduanya saat itu terpeleset akibat memanjat pagar hingga mengakibatkan jarinya terjepit dan terputus.

Siti Romlah, ibunya, terus menangis dan mengkhawatirkan kondisi anaknya di ruang IGD yang merintih kesakitan.

Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya M Fikser yang terlihat datang ke rumah sakit mengatakan, pihak rumah sakit tengah serius menangani korban.

Diperkirakan, malam ini dokter akan mengoperasi jari korban. "Malam ini operasi, mari kita doakan supaya korban diberikan kesembuhan," katanya

Fikser pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati, dan terus meningkatkan pengawasan saat membawa putra putrinya mengunjungi jembatan yang baru diresmikan pada 9 Juli 2016 itu. (Surya.co.id)

loading...