Analis dari Palestina: Bom Madinah Rekayasa Pemerintah Arab Saudi untuk Sembunyikan fakta bahwa Saudi Sponsor Terorisme global


Ketika terjadi bom Tamrin, bom Solo bahkan bom Bali dan bom bom bunuh diri yang lain mengguncang Indonesia, anak salafy wahabi dengan fasih bilang itu bom rekayasa pemerintah Indonesia, itu bom pengalihan isu, itu teroris bikinan intelejen Indonesia. Bla bla bla....

Sekarang soal bom di Madinah gue juga mau bilang kayak elo, Bom Madinah bom Saudi adalah rekayasa pemerintah Saudi untuk menutupi fakta bahwa Saudi adalah sponsor utama bandit teroris ISIS.

Seolah olah dengan bom itu saudi ingin menegaskan bahwa Saudi juga jadi korban ISIS. Hal itu untuk membantah tuduhan dunia bahwa Saudi dan ideologi Wahabi adalah sumber terorisme global.

Ternyata bukan saya saja yang berpendapat seperti itu, seorang analisis terkemuka dari Palestina juga berpendapat demikian.


SuaraNetizen.com – Pemerintah Saudi sangat mungkin telah mendalangi tiga pemboman baru-baru ini di Arab Saudi sebagai taktik untuk menggambarkan bahwa negaranya juga adalah korban dari kelompok teroris Daesh/ISIS, dimana hal ini berarti bertentangan dengan kepercayaan umum jika Riyadh adalah sponsor utama dari kelompok tersebut, sekaligus untuk mendorong agenda politik ke depan lainnya. Seorang analis dan wartawan Arab terkemuka dari Palestina mengungkapkan hal ini.

Pada hari Senin, kota-kota Arab Saudi seperti Madinah, Qatif, dan Jeddah menjadi target dalam serangkaian serangan bom bunuh diri teroris.

Beberapa penjaga keamanan tewas ketika seorang teroris meledakkan dirinya di dekat markas keamanan Masjid Nabi (SAW) ‘s di barat kota Madinah.

Ledakan itu terjadi segera setelah dua ledakan bom di dekat sebuah masjid Syiah di kota timur Arab Saudi, Qatif. Sebelumnya pada hari itu, sebuah bom juga telah meledak dekat konsulat Amerika Serikat di kota Jeddah, di bagian barat Arab Saudi.

Abdel Bari Atwan, seorang analis sekaligus Pimpinan Redaksi dari Rai al-Youm, menulis di editorial terbarunya bahwa rezim Saudi mencoba menggunakan beberapa peristiwa bom tersebut untuk menyamarkan dirinya sebagai “korban” dari Daesh dan menggunakan narasi dalam mendukung kepentingan politik nya. 

Sementara Arab Saudi telah menyalahkan pemboman itu kepada Daesh/ISIS, kelompok teroris itu sendiri belum mengaku bertanggung jawab bahkan setelah beberapa hari berlalu.

Atwan mengatakan Daesh/ISIS terhitung cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan teroris di Belgia, Prancis, dan Bangladesh, dan menurutnya, hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pemboman di Arab Saudi.

Daesh mempraktekkan Wahhabisme, ideologi radikal yang bebas diajarkan oleh ulama yang diakui pemerintah di Arab Saudi.

“Oleh karena itu,” kata Atwan, ” Tidak menutup kemungkinan bahwa, dalam rangka untuk menolak kritik dan menggambarkan dirinya sebagai tidak bersalah, Riyadh mungkin telah merancang pemboman tersebut agar dapat mengatakan bahwa, seperti negara-negara lain …, negara itu adalah korban teror Daesh/ISIS. ” 

Wartawan Palestina itu melanjutkan komentarnya dengan merujuk perjalanan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir ke Washington segera setelah pemboman dan berkata, “sementara itu di AS, Jubeir menawarkan untuk mengirim pasukan darat ke Suriah untuk melawan Daesh.”

Arab Saudi telah lama menentang pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang pasukannya saat ini terlibat dalam memerangi militan asing yang didukung, termasuk Daesh.

Riyadh telah beberapa kali berusaha untuk mendapatkan lampu hijau Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan darat ke Suriah dengan dalih memerangi Daesh, tetapi belum menerima izin tersebut dari Washington.

Dalam editorialnya, Atwan mengutip ucapan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang mengatakan bahwa Washington sedang mempelajari tawaran terbaru Jubeir untuk pengiriman pasukan darat.

Atwan menulis, Pemboman di Arab Saudi, kemungkinan telah dimaksudkan untuk mempersiapkan alasan untuk menerima tawaran Jubeir. 

Dikabarkan bahwa Raja Saudi, Raja Salman bersumpah akan membalas teror bom di Saudi dengan balasan mengerikan 'ala tangan besi. Ini mungkin sinyalir kuat bahwa Saudi sekarang punya alasan untuk menggempur ISIS di Suriah dengan pasukan darat dengan dalih membalas teror ISIS padahal tujuan utama adalah menggulingkan pemerintahan Suriah, Bashar Al As'ad. 

----

Adalah sebuah fakta bahwa teroris ISIS, teroris An Nusro, Boko haram, Al Qaeda, Teroris bandit abu sayyaf, teroris Santoso, dalang bom Bali, Nurdin M Top, Dr Azhari, Imam Samudra, Amrozi, dalang bom Mariot, bom Tamrin Bom Solo,  semuanya berideologi Wahabi. 

Anda harus waspada dengan ideologi ini. 

loading...