5 Jam Baku Tembak dengan Kelompok Santoso, Santoso Tewas?

  

SuaraNetizen.com - Satuan Tugas Operasi Tinombala gabungan pasukan Polri dan TNI terlibat baku tembak dengan Kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah di pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada Senin (18/7/2016) sekitar pukul 18:30 WITA pada titik koordinat UTN 20.26_6511. 

Kelompok Santoso itu berjumlah 5 orang. 

"Iya ada kontak sekitar pukul 18:30 satgas Tinombala lapor, yang diduga kelompok Santoso," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar kepada wartawan hari Senin (18/7/2016) malam. 

Kata Boy, kabar yang didapat dalam peristiwa baku tembak tersebut dua orang dinyatakan tewas. Namun pihaknya belum dapat memastikan apakah salah satu di antaranya Santoso.

"Dua yang meninggal masih dalam proses identifikasi," ujar Boy.

Selain itu dalam baku tembak antara Tim Satgas TNI dan Polri, diketahui ada ada tiga pelaku yang berhasil melarikan diri.

"Itu ada dua orang perempuan dan satu laki-laki, membawa satu pucuk senjata. Kami juga telah berhasil sita satu pucuk senjata api jenis M16," kata Boy. 

Ia juga menambahkan, jenazah dua anggota kelompok Santoso kini sedang dievakuasi dari lokasi kontak tembak di pegunungan di desa Tambarana, Poso.


Ada Tanda Tahi Lalat di dahi ciri khas Santoso

Kapolri Tito mengaku dapat informasi bahwa teroris yang tewas ada tanda-tanda tahi lalat di dahinya yang mnjadi ciri khas Santoso. "Tapi sekali lagi saya belum bisa konfirmasi karena teman-teman juga sedang mlakukan evakuasi untuk identifikasi siapa yang bersangkutan," ujar Tito. 

Mengenai tiga orang lain yang melarikan diri, Tito menyebut ada dua orang prempuan dan satu laki-laki. "Jadi smua ada tiga laki-laki dan dua prempuan. Yang dua prempuan dan satu laki-laki mlarikan diri, yang dua yang kontak tembak yang bertahan, itu yang tertembak. Laki-laki dua-duanya," jelas Tito.

Tito memastikan Polri sedang melakukan proses kroscek. Setelah evakuasi di lapangan tuntas, jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dibersihkan. "Sesudah itu akan dikonfirmasi, dicek pengenalan wajah dulu sementara, setelah itu kemudian kami akan tes DNA untuk mengenali siapa yang bersangkutan," tutur Tito. 

Menurut informasi, Tito mengabarkan bahwa tidak ada polisi yg terluka. 

Tito juga menegaskan bahwa saat ini progres Operasi Tinombala masih berjalan dengan baik. Saat ini TNI dan Polri telah mengerahkan kekuatan ribuan orang hingga kelompok Santoso semakin terdesak.

"Operasi (Tinombala) progresnya sangat baik. Karena dulu mereka yang mendikte, melakukan serangan di mana-mana terhadap masyarakat, terhadap polisi, terhadap TNI," tutup mantan Komandan Densus 88 Mabes Polri tersebut. 

loading...