Pendiri Teman Ahok Beberkan 5 Fakta Soal Penahanannya di Singapura


SuaraNetizen.com - Pendiri relawan Teman Ahok Amalia Ayuningtyas bersama rekannya, Richard Handris Saerang sempat tertahan di imigrasi Bandara Singapura saat hendak menghadiri acara bertajuk Meet Up Teman Ahok Team yang mengusung tema 'Menuju Indonesia yang lebih baik, festival Makanan Indonesia'.

Dalam selebaran yang diperoleh merdeka.com, Teman Ahok mengadakan acara Meet Up Teman Ahok Team yang mengusung tema "Menuju Indonesia yang lebih baik, festival Makanan Indonesia". Dalam selebaran itu juga dicantumkan pembukaan pengumpulan KTP DKIJakarta bagi yang ingin memberikan dukungan pada Ahok untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta. Pihak kedutaan besar RI di Singapura menyebut bahwa UU Singapura tidak memperbolehkan negara lain melakukan kampanye di negeri Singa.

Melalui siaran persnya, kedutaan besar RI untuk Singapura menyebut kedua aktivis tersebut dilarang masuk Singapura karena alasan kegiatan berbau politik. "Ketentuan Undang-Undang Singapura melarang kegiatan politik negara lain di Singapura, dan ketentuan ini wajib dihormati," tulis siaran pers tersebut.

Amalia Ayuningtyas membela diri. Salah satu alasan pihak Singapura tidak memperbolehkan dia dan Richard Handris Saerang masuk negeri Singa karena penggunaan nama 'Teman Ahok' dalam festival itu.

"Makanya, ketika saya diwawancara itu ternyata dikasih judul Teman Ahok, tetap lanjutkan kegiatan di Singapura. Padahal itu tidak berjudul Temen Ahok, tapi lebih ke acara festival bazar makanan," ujar Amalia.

Dia menegaskan bahwa kegiatan bazzar yang diselenggarakan di Singapura sebenarnya tidak mengandung unsur politik. Sehingga tertahannya dia sepenuhnya karena kurangnya koordinasi antara Teman Ahok dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Imigrasi Singapura.

Berikut penuturan blak-blakan dan pembelaan Amalia saat ditahan di Singapura karena acara pengumpulan KTP untuk Ahok seperti yang di beritakan merdeka.com.

1. Pengumpulan KTP

Pendiri relawan Teman Ahok Amalia Ayuningtyas bersama rekannya, Richard Handris Saerang sempat tertahan di imigrasi Singapura saat hendak menghadiri acara bertajuk Meet Up Teman Ahok Team yang mengusung tema "Menuju Indonesia yang lebih baik, festival Makanan Indonesia".

Amalia Ayuningtyas mengatakan, acara bazzar festival makanan Indonesia itu digelar oleh warga negara Indonesia di Singapura. Acara itu tetap berlangsung walaupun dia bersama rekannya, Richard Handris Saerang tidak dapat hadir.

Amalia mengaku tidak mengetahui peruntukan dana yang terkumpul dari acara tersebut. Sebab belum ada komunikasi dari panitia acara apakah dana yang terkumpul akan diberikan kepada Teman Ahok.

"Saya kurang tahu ya (dana untuk apa). Tapi sejauh ini teman dari Singapura itu baru ngumpulin KTP saja. Selebihnya mungkin parsial saja, beli merchandise dibuat acara kolektif gitu," katanya di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, Minggu (5/6).

2. Ditahan di ruang isolasi

Selama ditahan mereka tidak bisa mendapatkan akses komunikasi. Bahkan perempuan berhijab ini mengaku mendapat perlakuan kurang mengenakkan dengan dimasukan ke ruangan yang sempit.

"Kami dipindahkan ke ruang, semacam ruangan isolasi, kami jadi putus kontak, kami enggak dibolehkan bawa alat komunikasi, komunikasi ke teman-teman kami di Jakarta, maupun pihak panitia acara di sana terputus," ujar Pendiri relawan Teman Ahok Amalia Ayuningtyas.

Sebelum ditempatkan di ruang isolasi, mereka sempat diinterogasi petugas imigrasi Bandara Internasional Changi. Beberapa pertanyaan mengenai aktivitas keduanya sempat ditanyakan.

"Ya mereka menanyakan standar ya. Sempat nanya tujuan ke sini apa? Kami sifat koperatif, kami jawab apa yang bisa kami jawab, mereka tanya tiket pulang-pergi, selama di sini menginap di mana. Itu kami jawab dengan jujur," terang Amalia.

3. Sempat tak didampingi kedubes RI

Pihak Imigrasi Singapura meminta Kedutaan besar RI di Singapura mendampingi dua pendiri Teman Ahok itu. Namun karena kejadian penahanan tersebut terjadi pada Sabtu (4/6), maka pihak KBRI libur.

"Tapi dari KBRI saat itu, karena hari Sabtu dan itu hari libur, jadi tidak ada yang bisa mendampingi. Akhirnya kami tetap ditempatkan di ruang isolasi," ucap Pendiri relawan Teman Ahok Amalia Ayuningtyas.

Setelah berada di dalam ruangan isolasi selama berapa 12 jam, mereka akhirnya dapat dibebaskan dan kembali ke tanah air setelah mendapatkan kepastian dari pihak Imigrasi Singapura pada minggu pagi.

"Kita harap hari itu bisa dipulangkan ke Indonesia, dari pihak KBRI memohon untuk pulangkan kami, tapi yang harusnya dipulangkan jam 22.00, kami terhambat administrasi. Dari KBRI datang tadi pagi, kami didampingi lebih leluasa dalam menyiapkan kepulangan," katanya.

4. Cuma diundang

Pendiri relawan Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, diinterogasi selama 12 jam oleh Imigrasi Singapura, lantaran diduga dia bersama rekannya, Richard Handris Saerang, melakukan kegiatan politik, berupa pengumpulan Kartu Tanda Penduduk, di negeri singa itu. Namun, dia beralasan cuma diundang oleh panitia setempat.

"Nah ini jadi pelajaran bagi kita banget, karena di sini kita kan sifatnya undangan. Undangan dari teman-teman warga negara Indonesia di sana, tapi kan memang dalam undangan ini tuh, ada satu yang kita lost gitu. Soal komunikasi dengan pihak setempat," kata Amalia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (5/6).

Dia menjelaskan, panitia yang menggelar acara bazzar festival bukan berasal dari Teman Ahok. Mereka adalah warga Negara Indonesia yang tertarik dengan perubahan Jakarta setelah dipimpin Basuki Tjahaja Purnama. "Mereka terkesan banget, perubahan di Jakarta kayak apa," terangnya.

5. Masuk daftar unwanted person

Amalia mengatakan, alasan imigrasi menahannya karena masuk dalam daftar orang yang tak diperbolehkan masuk Singapura.

"Jadi akan menghadiri undangan food festival undangan dari warga Indonesia disana Tapi baru sampai Bandara Changi saat di checking ditahan imigrasi, alasannya 'unwanted person'," katanya di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, Minggu (5/6).

Namun Amalia mengaku, tidak mengetahui alasan mengapa dirinya ditahan hingga waktu kepulangan ke Indonesia. "Ya kami pun tidak tahu, tapi ya itu memang hak Singapura untuk tidak memberi tahu alasan mengapa tidak membolehkan saya untuk masuk," tutupnya. (Merdeka/SuaraNetizen) 

loading...