Dubes China dan Said Aqil: Tidak Ada Intervensi Terhadap Umat Muslim Tiongkok


SuaraNetizen.com, JAKARTA – Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xie Feng meluruskan laporan yang menyebutkan adanya larangan bagi warga Muslim di China untuk menjalankan ibadah puasa. Dia menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Beberapa tahun terakhir setiap bulan Ramadan selalu muncul laporan media yang menyebutkan adanya larangan dari Pemerintah China bagi warga Muslim di XInjiang untuk menjalankan ibadah puasa.

Namun, Dubes Xie mengatakan laporan tersebut tidak benar dan warga China baik Muslim, maupun non Muslim mendapatkan kebebasan untuk menjalankan agama dan keyakinannya.

Dilansiar dari okezone, “Di Xinjiang, setiap tahun menjelang Bulan Ramadan, pemerintah setempat selalu menekankan bahwa perasaan, kepercayaan, dan adat-istiadat para warga beragama harus dipahami, dihormati, dan diperhatikan sepenuh-penuhnya,” kata Dubes Xi di acara Buka Puasa bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Kamis, 16 Juni.

Dia kembali menegaskan bahwa tidak ada intervensi terhadap kegiatan beribadah seperti puasa dan salat selama Ramadan. Restoran halal dibebaskan untuk memilih apakah ingin tutup atau tetap beroperasi selama bulan suci ini.

“Sama seperti kaum Muslim di seluruh dunia, Muslim Tiongkok sedang menjalankan Ramadan dalam suasana tenang damai, dan melakukan pelayanan dan pembaktian kepada masyarakat,” kata Dubes Xie.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj M.A yang berkesempatan mengunjungi Xinjiang pada April lalu. Kepada media, beliau menceritakan pengalaman yang didapatnya selama kunjungan ke Negeri Tirai Bambu.

“Di Xinjiang masjidnya besar, saat salat jamaahnya penuh. Itu artinya ada kebebasan dalam menjalankan agama islam,” kata Prof. Said Aqil.

“Begitu juga di beijing, saya berkunjung ke masjid Niujie di situ orang juga penuh.”

Ulama kenamaan itu menceritakan mengenai kunjungannya ke makam sahabat Nabi Muhammad SAW, Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou yang menandakan interaksi antara dunia Islam dan China yang terjalin jauh sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

“Kehidupan agama islam di China bebas, toleran, moderat pemerintah China tidak ada menekan atau intimidasi umat islam,” ungkapnya. 

loading...