Trump akan Larang Muslim Berkunjung ke AS kecuali Sadiq Khan


SuaraNetizen.com - Bakal calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump mengatakan, wacana untuk melarang sementara umat Muslim masuk ke wilayah AS seperti yang pernah disampaikannya tidak berlaku untuk wali kota London, Sadiq Khan.

Seperti diketahui, pekan lalu Sadiq Khan secara resmi terpilih menjadi wali kota London sekaligus menjadi Muslim pertama yang memimpin ibu kota Inggris itu.

"Selalu ada pengecualian," ujar Trump seperti dikutip harian The New York Times saat dimintai pendapatnya soal Sadiq Khan.

Trump menambahkan, dia sangat senang mengetahui Sadik Khan terpilih menjadi wali kota dan menambahkan: "Anda memimpin dengan memberi contoh, selalu dengan memberi contoh. Jika dia bekerja baik maka itu sebuah hal yang luar biasa."

Trump memunculkan wacana melarang umat Muslim masuk ke AS itu setelah terjadi serangan maut di Paris dan California tahun lalu.

Namun, umat Muslim, kelompok-kelompok pejuang HAM dan pesaing Donald Trump serta sesama bakal calon dari Partai Republik mengecam usulan tersebut.

Para penentang Trump ini menyebut, usulan tersebut memecah belah, kontraproduktif dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Time, Sadiq Khan mengatakan dia ingin mengunjungi AS dan mempelajari program para wali kota di New York dan Chicago.

Namun, kata Khan, dia jika Trump memenangkan pemilihan presiden maka dia akan berkunjung ke AS sebelum pelantikan presiden pada Januari.

"Jika Donald Trump menjadi presiden, saya akan dilarang masuk ke AS hanya karena keyakinan yang saya anut. Artinya, saya tak bisa bertemu dengan para wali kota di AS dan bertukar ide," ujar Khan.

Suasana berbeda tentu muncul jika Hillary Clinton yang memenangkan pemilihan presiden AS yang akan digelar pada November mendatang.

Apalagi, Hillary langsung memberikan selamat untuk Sadiq Khan setelah memenangkan pemilihan wali kota London pekan lalu.

"Putra pengemudi bus asal Pakistan, pejuang hak-hak pekerja dan HAM, dan kini menjadi wali kota London. Selamat, Sadiq Khan," kata Hillary lewat akun Twitter-nya. © Kompas 

loading...