Putin : Indonesia adalah Sahabat Sejati Rusia Sejak Era Sukarno


SuaraNetizen.com, JAKARTA - Presiden Vladimir Putin mengatakan hubungan Rusia dengan Indonesia sudah terbangun lama sejak Presiden RI Pertama, Soekarno.

Hal tersebut diungkapkan Putin dalam pernyataan bersama Presiden Jokowi usai penandatanganan kerjasama dalam pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Federasi Rusia.

"Hubungan ini berawal dari sikap yang ditetapkan Presiden Soekarno yang merupakan teman sejati negara kami," ujar Putin berdasarkan keterangan Tim Komunikasi Presiden, Kamis (19/5/2016).

Bahkan dalam pertemuan tersebut, Putin sempat mengenang 60 tahun lalu, tepatnnya 1956 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Rusia.

Presiden Putin menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Presiden Jokowi berlangsung dengan baik, bahkan lengkap dan konstruktif.

"Baik dalam pertemuan empat mata, maupun pertemuan antara delegasi," ujar Presiden Putin.

Meski diakui Presiden Putin telah terjadi penurunan dalam perdagangan bilateral, tapi ada peningkatan volume perdagangan bilateral sebesar 13 persen di awal tahun.

"Saya sangat berkeyakinan bahwa yang diperlukan bukan hanya melanjutkan hubungan bilateral, tapi membutuhkan dorongan baru untuk tingkatkan interaksi," kata Presiden Putin.

Presiden Putin mengakui ada dorongan kuat untuk meningkatkan kerjasama bersama dengan meningkatkan pertukaran misi dagang dari pengusaha kedua negara.

Bahkan dalam pertemuan itu, Presiden Putin dan Presiden Jokowi sepakat untuk memberi dukungan sistematis bagi pengusaha dua negara dengan diciptakan syarat-syarat menguntungkan.

"Telah juga dibahas gagasan didirikan zona perdagangan bebas," ucap Presiden Putin.

Rusia, ucap Presiden Putin, siap mendukung Indonesia untuk mewujudkan program Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur berskala besar.

Seperti jalur kereta api di Kalimantan dan pembangunan prasarana masa depan.

Ada juga rencana untuk mengembangkan jenis pertambangan seperti nikel, dan lain-lain.

"Pihak Rusia juga tertarik dalam pengadaan berbagai jenis kapal, termasuk kapal dan berbagai jenis pelabuhan terapung," ucap Putin.

Putin dalam kesempatan tersebut menyampaikan ada juga peluang luas untuk tingkatkan kerjasama di bidang energi.

Ada proyek serius dan berskala besar, antara lain ada rencana bangun industri perminyakan di Bali dengan investasi 13 miliar USD.

Juga pembangunan listrik dengan dengan besarnya 1,8 Giga Watt dan investasi 2,8 miliar USD.

Selain itu, Putin juga menyinggung bahwa tahun lalu sudah ada bantuan Rusia dalam aksi penyelamatan, termasuk dalam pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Presiden Putin juga terus meningkatkan hubungan people to people dari kedua negara dimana saat ini di Rusia terdapat 100 mahasiswa Indonesia.

"Untuk tahun depan, diberikan 100 beasiswa lagi," ucap Putin.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin juga sempat membahas sejumlah isu bilateral dan global.

Antara lain di bidang penanggulangan terorisme.

"Ada koordinasi baik dari kedua negara untuk pencegahan ancaman tersebut dan sepakat memperkuat dan memperluas badan ketahanan kedua negara itu," kata Presiden Putin. © Tribunnews.com 

loading...