Mengingkari Tabarruk Itu Ciri ciri Khawarij dan Ahli Bidah


SuaraNetizen.com - Tabarruk atau mencari keberkahan, sudah jadi tradisi di kalangan umat Islam sejak zaman dahulu. Arti barokah sangat penting untuk umat Islam dan itu bagian dari tawassul. Sayangnya, ada sebagain orang yang kemudian menuduh hal itu sebagai syirik dan bid'ah. Mereka tidak tahu kalau pengkingkaran kepada tabbaruk itu sebetulnya justru bid'ah.

Perkataan Imam Dzahabi di bawah ini sangat gamblang dan tidak membutuhkan penjelasan lagi. Dalam kitab Al-‘Ilal wa Ma’rifatir-Rijal 2/429, No: 3243, Cet Maktab al-Islami menulis:

سألته عن الرجل يمس منبر النبي صلى الله عليه وسلم ويتبرك بمسه ويقبله ويفعل بالقبر مثل ذلك أو نحو هذا يريد بذلك التقرب إلى الله عز وجل فقال لا بأس بذلك

"Saya bertanya kepadanya (Ahmad bin Hanbal) tentang orang yang menyentuh podium Nabi saw, dan mencari berkah dengan menyentuh dan menciumnya, dan melakukan hal yang sama ke kuburan beliau, atau hal seperti itu, dengan tujuan mendekatkan diri dan mencari berkah dari Allah, ia (Ahmad) mengatakan: "Tidak apa-apa dengan hal itu".

Ad dzahabi membenarkan pendapat Imam Ahmad dan menyatakan bahwa yang mengingkarinya adalah khowarij dan ahlu bidah.

Addzahabi berkata:

قال عبد الله بن أحمد : رأيت أبي يأخذ شعرة من شعر النبي ، صلى الله عليه وسلم ، فيضعها على فيه يقبلها . وأحسب أني رأيته يضعها على عينه ، ويغمسها في الماء ويشربه يستشفي به . ورأيته أخذ قصعة النبي ، صلى الله عليه وسلم فغسلها في حب الماء ، ثم شرب فيها ورأيته يشرب من ماء زمزم يستشفي به ، ويمسح به يديه ووجهه . قلت : أين المتنطع المنكر على أحمد ، وقد ثبت أن عبد الله سأل أباه عمن يلمس رمانة منبر النبي ، صلى الله عليه وسلم ، ويمس الحجرة النبوية ، فقال : لا أرى بذلك بأسا . أعاذنا الله وإياكم من رأي الخوارج ومن البدع

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata “Aku telah melihat ayahku mengambil sehelai rambut Nabi Saw kemudian meletakkannya dimulutnya dan menciuminya. Aku juga melihatnya meletakkan rambut itu di tengah-tengah kedua matanya kemudian beliau mencelupkannya ke dalam air dan meminum airnya untuk dijadikan obat dengannya. Aku juga pernah melihat ayahku mengambil wadah berisi rambut Nabi SAW lalu ayahku mencucinya di dalam kantong air kemudian meminum dengannya. Aku juga melihat ayahku minum air zamzam berharap sembuh dengannya dan mengusapkannya ke kedua tangan dan wajahnya. Aku (imam Adz-Dzahabi) katakan “ Adakah orang berlebihan yang memungkiri imam Ahmad? sungguh telah tetap bahwasanya Abdullah telah bertanya pada ayahnya (imam Ahmad) tentang orang yang menyentuh pegangan mimbar Nabi Saw dan juga menyentuh kamar Nabi Saw, maka ayahku menjawab “yang demikian itu tidak apa-apa,". Semoga kami dan kalian dilindungi Allah dari ro'yu (pendapat) khowarij dan dari ro'yu ahlul bid'ah". (Siyar A’lam an-Nubala: 11/212 Cetakan Muasasah ar-Risalah Bairut, Tahqiq Shalih as Samr

Wallahu A'lam.

Source

loading...