Isu Peringatan 102 Tahun PKI, Polisi dan Tentara Lakukan Penyisiran Simbol Palu Arit


SuaraNetizen.comLamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dibantu polisi dan tentara menyisir sejumlah toko pakaian di wilayah tersebut setelah ada informasi rencana peringatan 102 Partai Komunis Indonesia (PKI) di seluruh tanah air pada 9 Mei 2016.

Tim gabungan yang dikoordinir oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik tersebut mendatangi beberapa toko yang menjual kaus dengan berbagai corak dan tulisan. Toko-toko pakaian yang disisir meliputi di Kecamatan Kota Lamongan, Babat, Paciran, Ngimbang, Sukodadi dan Brondong.

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Lamongan Sujito penyisiran sudah dilaksanakan sejak dua hari lalu bersama aparat kepolisian sektor dan komando rayon militer setempat. “Sudah dua hari kita mendatangi toko-toko pakaian,” ujarnya, Senin, 9 Mei 2016.

Kecamatan Kota Lamongan dan Babat, kata dia, jadi prioritas pengawasan karena ditemukan toko yang menjual berbagai asesoris dan gambar. "Kami awasi ketat, jangan sampai kebobolan ada gambar palu arit," ucapnya.


Sujito menuturkan pihaknya pernah menangkap seorang pengamen di Kecamatan Babat bernama Alamsyah, 15 tahun, karena mengenakan kaos bersimbol palu arit. Alamsyah ditangkap tentara di sekitar Pasar Agrobis Senin, 19 Oktober 2015 lalu. "Kasus itu jadi pelajaran kami," katanya.

Ahad lalu, Kepolisian Sektor Kebayoran Baru memeriksa pemilik dan karyawan toko di Blok M Square, Jakarta Selatan, yang menjual kaus bergambar palu dan arit. Gambar tersebut ditengarai mirip dengan logo Partai Komunis Indonesia.

Namun pemilik toko, Mahdi Ismet, mengaku bahwa gambar palu dan arit itu merupakan lambang sebuah grup musik metal asal Jerman bernama Kreator dan tak ada hubungannya dengan paham komunisme. © tempo

loading...