Ada Medan Magnet Raksasa Dorong Bumi Bergerak ke Arah Timur

    

Matahari membuat cahaya dari bahan bakar helium yang difusi menjadi helium di inti matahari. Matahari menghasilkan energinya dari reaktor nuklir alaminya di pusatnya. Para ahli memperkirakan Matahari akan mati sekitar 5 miliar tahun lagi. Menjelang kematian, matahari akan menguras bahan bakar nuklirnya dan menjadi lebih panas sehingga mematikan seluruh mahluk hidup di muka Bumi. Matahari akan membesar dan menjadi bintang merah raksasa, menelan planet-planet terdekat, yaitu Merkurius dan Venus. youtube.com

SuaraNetizen.com, Leeds - Teka-teki selama 300 tahun itu akhirnya terpecahkan. Para ilmuwan di Universitas Leeds berhasil mengetahui bahwa inti bumi berputar ke timur.

Inti bumi, yang terbuat dari logam solid, melakukan super-rotasi ke arah timur jauh lebih cepat daripada bagian bumi yang lain. Arah putarannya bertolak belakang dengan selubung inti bumi, yang berputar ke barat dengan kecepatan lebih rendah.

Gerakan medan geomagnet ke barat sebenarnya sudah dikemukakan Edmund Halley, ilmuwan yang juga menemukan komet Halley, pada 1962. Namun baru kali ini para ilmuwan berhasil menghubungkan putaran inti bumi dan gerakan selubung inti bumi sebagai akibat pengaruh medan geomagnet bumi.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences itu membantu para peneliti menjelaskan dinamika inti bumi, yang merupakan sumber medan magnet planet. Dalam beberapa dekade terakhir, seismometer mengidentifikasi putaran ke arah timur, yang menunjukkan inti bumi solid itu melakukan gerakan super-rotasi.

"Medan magnet mendorong inti bumi berputar ke timur, lebih cepat dari putaran bumi dan pada saat yang sama mendorong selubung inti bumi yang cair berputar ke arah sebaliknya," kata Philip Livermore, peneliti dari School of Earth and Environment di Universitas Leeds.

Inti bumi, yang berukuran sebesar bulan, dibungkus selubung cairan logam. Medan magnet internal bumi sebenarnya berubah secara perlahan, menyebabkan daya elektromagnetik mendorong inti dalam dan luar untuk berubah seiring waktu. Hal ini memicu fluktuasi gerakan rotasi inti bumi ke arah timur, sebuah fenomena yang sudah dilaporkan sejak 50 tahun terakhir.

Penelitian lain yang berfokus pada artefak arkeologi dan bebatuan berusia ratusan hingga ribuan tahun menyimpulkan bahwa gerakan rotasi tidak ke arah barat. Gerakan rotasi ke arah timur sebetulnya sudah terjadi dalam 3.000 tahun terakhir. © tempo.co

loading...