Umat Muslim Malaysia Dituduh Kafir Oleh Aidh Al Qarni

Aidh Al-Qarni “Kafirkan” Muslim Malaysia, Habib Muhammad Assegaf Membantah Al Qarni

   

Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf membela umat Islam di Malaysia atas tuduhan Syaikh Aidh Al-Qarni yang tidak benar.

Ulama kenamaan Saudi, Syaikh Aidh Al-Qarni mengalami penembakan di Zamboanga, Filipina Selatan, pada Selasa (01/03/2016). Dalam aksi itu, Aidh Al-Qarni selamat. Sementara salah seorang penyerang Al-Qarni dinyatakan tewas di tempat kejadian.

Dugaan kuat, aksi penembakan terhadap ulama Wahabi Salafi itu dilakukan oleh pengikut militan Wahabi ISIS. Dugaan ini diperkuat dengan dirilisnya Aidh Al-Qarni sebagai target pembunuhan sebagaimana tercantum dalam majalah Dabiq, sebuah majalah online milik ISIS. Rodolfo Mendoza dari Institut Perdamaian Filipina, sebagaimana dilansir CNN Indonesia pada Kamis (03/03/2016), mengatakan penembakan ulama Saudi ini sebagai salah satu indikasi meningkatnya pengaruh ISIS di Filipina Selatan.

Sebelumnya, militer Filipina juga telah menggelar beberapa operasi pemberantasan kelompok militan yang berbaiat kepada ISIS seperti Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF). Kelompok Abu Sayaf juga dinyatakan sudah berbaiat kepada ISIS.

Sementara itu, surat kabar regional setempatMindanao Examiner, melaporkan bahwa pihak kepolisian Filipina telah mengidentifikasi pelaku penyerangan Syaikh Aidh Al-Qarni. Dua pelaku bernama Junaidi Saleh dan Mujer Abubakar berhasil diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut, dan satu pelaku bernama Rugasan Misuari III tewas ditembak setelah mencoba melarikan diri. Hingga kini, belum ada pernyataan langsung dari pihak Kedutaan Arab Saudi di Filipina maupun Pemerintahan Aquino terkait insiden ini.

Yang jelas, Syaikh Aidh Al-Qarni adalah satu dari sekian ulama Salafi Saudi yang menentang keras kelompok militan Jihad Salafi. Ulama yang satu ini dikenal mempunyai pemikiran moderat. Hal ini dapat dilihat melalui karya-karyanya yang cenderung mengarah kepada akhlak seorang penganut Sufi seperti buku La Tahzan.

Begitu juga saat pertemuan di hadapan ulama ahlussunnah wal jama’ah Sayyidil Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri (Yaman), ulama wahabi Al-Qarni menyerukan persatuan Sunni dan Syiah dan agar menyudahi konflik berdarah di antara keduanya. Ia pun meminta kepada kalangan intelektual baik dari ulama Sunni dan Syiah untuk menghentikan perselisihan dan mencegah eskalasi permusuhan, ketidakpercayaan dan intimidasi. Sebaliknya, Al-Qarni mengingatkan umat Islam akan bahaya gerakan Zionis dunia yang telah menceraiberaikan persatuan muslimin.

Sayangnya pemikiran moderat Al-Qarni seringkali bertolak belakang dengan apa yang diucapkannya. Ia seringkali menyerukan persatuan dan persaudaraan tetapi di sisi lain justru menikam umat Islam khususnya dari kalangan ahlussunnah wal jamaah. Saat berkunjung ke Malaysia misalnya, Aidh Al-Qarni malah menuduh sesat aqidah yang dianut umat Islam di sana. Hal ini terungkap dalam tulisan di akun Twitternya pada 7 September 2013. Berikut tulisan Aidh Al-Qarni yang dimaksud:

من #ماليزيا أقول: يا دعاة الإسلام اتركوا الخلافيات والإغراق في الفرعيات وتعالوا لتصحيح عقيدة المسلمين,العقيدةتُهدم على يدالقبوريين والصفويين.

Dari Malaysia, Saya katakan: Wahai pendakwah-pendakwah Islam, tinggalkanlah perselisihan dan perbincangan mendalam mengenai isu furu’, datanglah (ke Malaysia) untuk memurnikan aqidah, di sini aqidah hancur di tangan Quburiyun (penyembar Kuburan) dan orang-orang Shufi (pengikut jalan Tasawwuf).


Sungguh indah apa yang diseru Aidh Al-Qarni, untuk meninggalkan perselisihan dan perdebatan masalah-masalah Furu’. Tapi, seruan Al-Qarni yang nampaknya indah ini ternyata berisi racun yang amat sangat berbahaya. Begitu mudahnya Al-Qarni menuduh umat Islam Malaysia beraqidah sesat dan menjulukinya sebagai Quburiyyun dan menyalahkan tarekat Shufiyyah.

Quburiyyun, menurut situs Wahabi yang beralamat di salafy.or.id, diartikan sebagai orang-orang yang meyakini bahwa kuburan atau penghuni kubur dapat memberi manfaat atau menolak madharat sehingga tempat kembali dan bergantung mereka adalah kuburan. Atau gampangannya Quburiyyun adalah pemuja kuburan sebagaimana ditulis oleh situs Wahabi Alsofwah.

Atau secara sederhana, para pengikut Wahabi mengartikan Quburiyyun sebagai penyembah kuburan. Menyembah kuburan berarti sama saja menyembah kepada selain Allah, sama saja dengan menyembah kepada patung, atau menyembang matahari, atau menyembah gunung, atau yang lainnya. Yang berarti pula orang itu telah musyrik dan kafir karena telah menyembah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, begitu kejinya orang-orang Wahabi seperti Aidh Al-Qarni menuduh “musyrik” dan “kafir” kepada umat Islam di Malaysia.

Tuduhan ini tentu tidak hanya berlaku bagi muslimin di Malaysia saja, tetapi juga berlaku secara umum kepada seluruh umat Islam di dunia. Padahal mayoritas umat Islam dari zaman dahulu sampai sekarang adalah mereka para “Quburiyyun”  dan pengikut tarekat Tasawuf (Shufi). Na’uzubillah.

Istilah Quburiyyun sendiri sebenarnya tidak ada dan tidak akan pernah ditemukan dalam literatur manapun dalam kitab-kitab ulama ahlussunnah wal jamaah. Tidak pula akan ditemukan dalam atsar para Sahabat, atau sabda Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, apalagi di dalam Al Quran. Tidak pernah ditemukan yang namanya perkataan Quburiyyun tersebut. Istilah ini baru muncul pada masa-masa akhir zaman, pada masa khalaf bukan salaf.

Dialah Ibnu Taimiyah, seorang ulama khalaf panutan Wahabi yang hidup pada masa abad ke-7 Hijriyah yang mempopulerkan istilah tersebut, yang kemudian diikuti oleh para pengikutnya sampai sekarang. Selengkapnya silahkan baca: “Penyembah Kubur Atau Kuburiyun”: Tuduhan Keji Kepada Umat Islam Pecinta Ziarah Kubur.

  


Sayyidil Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf (Fattabiouni) membalas cuitan Syaikh Aidh Al-Qarni Al-Wahhabi.

Begitulah kaum Wahabi yang gemar mendengungkan slogan “Kembali Kepada Quran dan Sunnah”, tetapi faktanya mereka justru yang sering menyalahi Quran dan Sunnah. Jauh dari nilai-nilai akhlakul karimah yang diajarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Untuk itulah, dihimbau untuk hati-hati dengan Al-Qarni.

Dikarenakan secara langsung atau tidak langsung, Syaikh Aidh Al-Qarni telah menuduh sesat, syirik, dan kafir kepada umat Islam yang berbeda pandangan dengannya khususnya muslim di Malaysia. Ini baru masalah Tweet Al-Qarni, belum masuk kepada pembahasan tentang tulisan-tulisan Al-Qarni yang lain. Tetapi, dari Twitternya saja sudah cukup jelas menggambarkan tentang bagaimana dan siapa Syaikh Aidh Al-Qarni sebenarnya. Maka dari itu, sekali lagi kita harus berhati-hati dengan Al-Qarni.

Melihat tingkah polah Aidh Al-Qarni dalam cuitannya yang begitu mudah menuduh sesat, membuat ulama ahlussunnah wal jamaah asal Jeddah Sayyidil Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf, yang juga pemilik TV Al Irtsuna Nabawi, berkomentar membela umat Islam Malaysia. Murid dari Al-Qutb Sayyidil Habib Abdul Qodir bin Ahmad Asseggaf ini membalas:

@Dr_alqarnee بل العالم يعاني نظرتكم التكفيرية هذه.. ياريت شيخ عائض تتركوا الشعوب الاسلامية .. فما اضر بهم الا هذا الفكر

@Dr_alqarnee: Bahkan seluruh dunia menentang pandangan kamu yang bersifat takfir ini.. Wahai Syaikh Aidh Al-Qarni, alangkah baiknya kalau syaikh tidak mengganggu umat Islam… Maka (ketahuilah) tidak ada yang lebih berbahaya kepada mereka daripada pandangan beliau ini.


Pendiri program acara Fattabiouni Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf tidak hanya membela muslimin Malaysia tetapi juga mengingatkan akan bahaya pemikiran Syaikh Aidh Al-Qarni. Ia pun mengatakan apa yang dituduhkan oleh Al-Qarni mengenai aqidah umat Islam Malaysia adalah tidak benar.

@lafi332 @Dr_alqarnee اعرف ماليزيا تاريخا وحاضرا.. وعبارات الشيخ . لاتصح في حقهم..

Saya kenal Malaysia dulu dan sekarang… dan gambaran Syaikh (Al-Qarni) mengenai (aqidah muslimin Malaysia) adalah tidak benar/ shahih.


Untuk selengkapnya, silahkan simak Tweet ulama Wahabi Syaikh Aidh Al-Qarni di bawah ini:

Terakhir, perlu kita ketahui bahwasanya mayoritas umat Islam di Malaysia adalah sama dengan muslimin di Indonesia, yakni berpegang teguh pada aqidah ahlussunnah wal jama’ah Al-Asy’ariyyah, mengikuti Madzhab Fiqih Asy-Syafi’iyyah, dan berada dalam jalan thariqat Ash-Shufiyyah. Aqidah inilah yang dianut mayoritas umat Islam dari seluruh dunia, dari ujung Barat hingga ujung Timur.

Di Indonesia sendiri, Syaikh Aidh Al-Qarni menjadi sosok yang sangat populer dengan bukunya yang berjudul La Tahzan. Buku ini pun menjadi buku terlaris di Timur Tengah dan Indonesia. Diketahui, buku La Tahzan karya Aidh Al-Qarni adalah buku hasil jiplakan atau palgiat karya orang lain. Atas aksi tindakan plagiarisme ini, pihak pengadilan memutuskan Al-Qarni bersalah karena telah menjiplak karya penulis perempuan Salwa Aededan.

Ia pun dihukum denda dan diharuskan membayar kompensasi kepada Aededan. Pengadilan juga meminta buku La Tahzan ditarik dari toko-toko buku dan dilarang peredarannya. Meski buku La Tahzan masuk dalam daftar hitam di negara asal Al-Qarni, tetapi tidak untuk negeri kita tercinta. Sampai sekarang buku La Tahzan masih dapat ditemukan dan beredar luas di berbagai toko buku di Indonesia. Bahkan buku tersebut sangat digemari oleh para pemuda pemudi khususnya kalangan aktivis dakwah kampus yang notebene sangat menjunjung tinggi otentisitas dan orisinalitas suatu karya tulis. (Elhooda.net)

loading...