Sriyono Yang Tewas Setelah Ditangkap Densus Memang Terkait Jaringan Teroris

"Tak ingin kecolongan dengan peristiwa penyerangan dengan senjata api ala Bom Thamrin 14 Januari lalu, Densus pun mati-matian mengejar di mana Sriyono menyimpan senjata api tersebut. Sriyono juga mengaku soal pabrik senjata api untuk aksi teroris."


SuaraNetizen.com ~ Terduga teroris bernama Sriyono (34) yang beralamat di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, Jawa Tangah tewas sesaat setelah dia ditangkap oleh penyidik Densus 88/Antiteror Mabes Polri.

Sriyono yang ditangkap di Klaten pada Selasa (8/3) itu dipastikan tewas pada Kamis (10/3) tak lama setelah dia digelandang ke sejumlah tempat oleh detasemen berlambang burung hantu itu. Sriyono diduga kehabisan nafas setelah berkelahi dan bergumul dengan penyidik Densus saat dia digelandang.

”Saya yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Sr (Sriyono) ini kita tangkap setelah kita menangkap seorang terduga teroris lain bernama Aw alias T pada Senin (7/3). Mereka ini kita tangkap dalam kaitan pabrik senjata milik Jamaah Islamiah yang kita ungkap pada 2014 lalu. Namun, nanti biar Humas Polri saja yang menjelaskan,” kata Kadensus Antiteror Kombes Eddy Hartono Minggu (13/3).

Seorang penyidik di lingkungan Densus menceritakan pada Beritasatu.com jika Sriyono ini ditangkap karena dia diduga menguasai senjata api pendek yang menurut Awang telah diserahkan kepada Sriyono tersebut.

Tak ingin kecolongan dengan peristiwa penyerangan dengan senjata api ala Bom Thamrin 14 Januari lalu, Densus pun mati-matian mengejar di mana Sriyono menyimpan senjata api tersebut.

”Dia awalnya mengaku senjata itu ada di sebuah tempat pada satu orang, kita cari di sana, di Temanggung juga Yogya, tapi ternyata nihil. Saat digelandang itu, karena pelaku kooperatif, pelaku tidak dalam keadaan terborgol dan hanya dikawal dua orang anggota di dalam mobil. Satu mengemudi dan satu mendampinginya,” lanjut sumber tersebut.

Ternyata, menurut sumber itu, di daerah Tawangsari, Klaten, Sriyono yang semula kooperatif mulai berulah. Dia berupaya menyerang petugas yang mengawalnya dan saat itulah sempat terjadi pergumulan. Satu lawan satu. Di mana kemudian Sriyono berhasil dilumpuhkan dalam keadaan lemas dan pingsan.

”Memang anggota lalai tidak memborgol tapi ini upaya kita secara persuasif untuk mendapatkan keterangan dari pelaku. Usai lemas itu pelaku segera dilarikan ke RS di Yogya tapi ternyata sudah meninggal mungkin dalam perjalanan,” sambung sumber itu.

Dari Yogya jenazah pelaku lalu dibawa ke RS Polri di Jakarta dan keluarganya lalu juga dibawa ke Jakarta pada Jumat (11/3) untuk membawa jenazah. Akhirnya jenazah almarhum sudah dibawa Sabtu (12/3) dan sudah dimakamkan dini hari tadi.
”Soal sebab kematian nanti biar dokter yang menjelaskan. Yang pasti tidak dilakukan otopsi,” tambah sumber tersebut. (Beritasatu.com)

MEREKA YANG PUNYA NIAT MELAKUKAN TEROR TERHADAP MASYARAKAT MEMANG HARUS DIHABISI. ORANG INI NGGAK MAIN MAIN, TAHU TENTANG PABRIK SENJATA DARI JARINGAN TERORIS. BAHAYA KALAU DIA BEBAS...!!!

loading...