Sebut Nabi Muhammad Bisa Dipenjara, Menteri ini Langsung Didepak

Sebut nabi Muhammad bisa dipenjara, Menteri Kehakiman Mesir dicopot

  

SuaraNetizen.com ~ Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail memecat Menteri Kehakiman Ahmed al-Zend, setelah membuat pernyataan kontroversial tentang ide memenjarakan Nabi. Pernyataan tersebut menjadi viral di sosial media saat diucapkan Zend pada Jumat kemarin dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi Mesir.

Saat itu Zend ditanya oleh jurnalis televisi mengenai pandangannya tentang hukuman penjara bagi wartawan. Dengan tegas Zend menjawab jika Nabi Muhammad sekalipun harus dipenjararakan bila melanggar hukum.

"Bahkan nabi sekalipun bila bersalah akan tetap dipenjarakan, terlepas dari status beliau sebagai nabi, shallalahu alaihi wa sallam," ucapnya, seperti dilansir laman Aljazeera, Senin (14/3).

Terkait pencopotan Zend, pemerintah tidak menyebut detail alasan lebih lanjut. Selama 24 jam terakhir, berbagai kecaman dan hujatan pada Zend masih marak di kalangan pengguna Twitter Negeri Piramida.

Petinggi Universitas Al Azhar merilis sebuah pernyataan tertulis, bahwa ucapan sang menteri kehakiman itu masuk kategori pelecehan agama. "Nabi Muhammad tidak boleh menjadi bahan hinaan, bahkan seandainya ucapan itu tidak disengaja."

Abdel Moneim Aboul Fotouh, mantan kandidat presiden Mesir pada pemilu 2012, ikut mencuitkan kecaman terhadap Zend melalui akun Twitter peribadinya. Dia menyamakan perkataan sang menteri sebagai sebuah kejahatan.

Tetapi tidak sedikit pula yang mencoba meluruskan perkataan Zend. Mereka menilai Zend hanya melakukan blunder semata.

"Apa yang diucapkan Zend adalah blunder dan dapat terjadi kepada siapa pun," kata juru bicara Asosiasi Hakim Mesir kepada Kantor Berita Reuters.

Mahdi Abo Fatheem, seorang penulis asal Arab Saudi juga mengingatkan khalayak melalui cuitannya. Dia menjelaskan bahwa Zend pada siaran televisi itu sejak awal menyadari kekeliruannya. Terbukti beberapa detik setelah ucapan bikin heboh ini terlontar, Zend menjelaskan kepada masyarakat Mesir bila perkataannya tidak bermaksud menyinggung siapa pun.

"Saya hanya mengatakan itu sebatas pengandaian. Karenanya saya langsung berhenti sejenak dan menyadari kesalahan ucapan saya," kata bekas pejabat ini.

Zend menuding bila ada kampanye hitam lewat media sosial yang bertujuan mencopotnya dari posisi menteri kehakiman, memanfaatkan kesalahan ucapannya.(mdk/ard)

loading...