Prof Dr. Al Buthi: Chanel Al Jazzera dan Al Arabiyyah Punya Andil Memperkeruh Konflik Timteng

SuaraNetizen.com ~ Sebagai salah satu naraumber yang hadir dalam kegiatan Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Suriah Indonesia (Al-Syami) di Gedung Pascasarjana UI Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/3) Persatuan Ulama Suriah Prof Dr Taufiq Ramadhan al-Buthi menyatakan bahwa channel Aljazzera turut andil dalam menciptakan problematika-problematika kehidupan di Suriah dan di Arab secara keseluruhan.


Dia mengatakan, kalau dilihat selama 15 tahun, kanal Aljazzera terus berupaya meciptakan goncangan dan keragu-raguan kepada rakyat Timur Tengah. Terkait dengan masalah politik, ekonomi, bahkan masalah agama, termasuk tragedi yang terjadi di Palestina.

“Dengan kedok kebebasan pers dan kebebasan berpendapat, tapi sesungguhnya yang terjadi adalah mereka menciptakan berbagai problematika kehidupan,” ujar Taufiq Ramadhan al-Buthi di hadapan ratusan peserta yang memadati ruang seminar.

Di samping Aljazeera, Prof Al-Buthi juga menyoroti Channel al-Arabiyyah. Menurutnya, peran mereka tidak terbatas pada penyebaran fakta-fakta yang terjadi, tetapi beralih perannya untuk mengarahkan dan menciptakan peristiwa. 

“Mereka juga mengharuskan stasiun televisi dan saluran-saluran yang mengikutinya untuk menguasai seni berbohong dan berlebihan dalam menyampaikan serta fabrikasi berita,” terang Putra dari Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi ini.

Akhirnya, imbuh Prof Buthi, peran dua saluran televisi tersebut berubah hanya menjadi industri berita. Diharapkannya, media seharusnya turut menciptakan kondisi di mana semua komponen di Suriah bisa melakukan langkah rekonsiliasi sehingga terwujud sebuah perdamaian.

“Karena turut memperkeruh konflik, channel-channel tersebut banyak mempengaruhi masyarakat di Arab,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber lain dalam kegiatan bertajuk ‘Peran Ulama dalam Meredam Krisis Politik dan Ideologi di Timur Tengah' ini yaitu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi, Duta Besar LBBP Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto, dan Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah UI Muhammad Luthfi. Selain itu, Ketua Al-Syami Fathir Hambali dan Sekretaris Al-Syami M Najih Arromadloni. (Fathoni/NU.or.id)  

loading...