Pembuat dan Penyebar Foto Hoax Al Ghazali Akan dilaporkan ke Polisi

Al Ghazali merasa sangat kecewa foto rekayasa yang dibuat untuk mendukung ahok. Tanggapi Kasus Foto Hoax, Dhani: Yang Jelas Ini Perbuatan Banci. 


SuaraNetizen.com - Belum lama ini dunia maya mendadak geger setelah tersebar foto Al Ghazali yang terlihat memberikan dukungannya untuk Ahok. Publik terkejut, sebab Al adalah anak kandung Ahmad Dhani yang saat ini tengah dalam proses untuk menghadapi Ahok di Pilgub Jakarta mendatang.

Foto itu sendiri akhirnya dipastikan hoax karena diambil oleh salah satu reporter Kapanlagi.com®, Rasel Ambarita pada tanggal 25 Februari 2015 di StudioAhmad Dhani. Saat itu, tim KapanLagi sedang melakukan liputan eksklusif proyek film yang dibintangiAl.

Ahmad Dhani sendiri sempat menanggapi masalah ini lewat sebuah status yang ia tulis di Twitter. Belum cukup sampai di situ, bos RCM ini akhirnya buka suara dengan menggelar jumpa pers di kediamannya. Ahmad Dhani menyebut tindakan foto hoax itu sebagai perbuatan banci.

"Yang jelas ini perbuatan banci. Perbuatan orang yang dalam bahasa preman nggak punya (maaf) peler karena berani di dunia maya. Nggak berani di dunia Dhani. Saya nggak tahu ini siapa tapi kita dapatkan kota (pelaku) yaitu kota Malang," ujar Ahmad Dhani saat menggelar jumpa pers di kediamannya di kawasan Pinang Mas, Jakarta Pusat, Senin malam (14/3).

Al Ghazali yang dijadikan objek dari foto hoax 'dukung Ahok' itu juga nggak mau ketinggalan untuk buka suara perihal masalah tersebut. Putra pertama Ahmad Dhaniitu merasa sangat kecewa karena fotonya telah disalahgunakan bahkan untuk melawan ayahnya sendiri.

"Kalau dari aku sendiri kecewa banget ada detail gambar seperti ini. Bawa-bawa nama aku dan mencela Ayah. Aku sendiri nggak mungkin milih Ahok, aku pasti milih Ayah," tambah Al Ghazali.

Selanjutnya, pihak Ahmad Dhani akan bertindak tegas untuk mengusut kasus ini dengan melaporkannya ke polisi. Menurut Ramdhan Alamsyah selaku pengacaraAhmad Dhani, hal semacam ini dianggapnya sangatlah tidak mendidik.

"Akan kami laporkan biar polisi yang mencari siapa yang mengedit, menyebarkan. Karena sudah mengajarkan anak bisa mem-bully ayahnya. Ini sudah tidak mendidik. Sayangnya, kita temukan ini di grupnya Ahok," tutup Ramdhan Alamsyah. 

Kabar ini tentu saja membuat heboh netizen Indonesia, dukungan ataupun umpatan untuk Dhani dan Al mengalir bak kran bocor :

Orang bisa menilai siapa yg patut jd kepala rumah besar jakarta.kalo mengurus rumah sendiri jg tak becus bagaimana mengurus miniatur indonesia...@Busyro

Al lu ganteng tapi jgn bego2 amat lah milih cagub. Apa lu mau masyarakat jakarta merasakan kehancuran seperti kehancuran keluarga yg lu alamin? :v...@mas agan

Akhir-akhir ini Prihatin melihat kondisi politik dingerin ini. Tepatnya bermulai pada tahun 2012, bermulai ketika pencalonan gubernur jakarta, hingga berlanjut ke presiden, dan berlanjut ke pemilihan kepala daerah. Sangat memberikan efek negatif.

Media sangat tampak sekali memainkan isu politik, bahkan mengakat berita kurang penting untuk menjatuhkan dan pencitraan calon kepala daerah. Bahkan media menuliskan judul berita dengan bahasa-bahasa kontroversial, ambigu, dan menimbulkan kesan negatif atau melebihkan satu calon. 

Yang lebih mengecewakan lagi adalah sikap dari pendukung ssalah satu calon. Ikut terpancing emosi, hingga saling mencaci di media sosial, memfitnah salah satu   calon dengan meng edit gambar. Dan bahkan lucunya hasil editan itu diberitakan besar besaran oleh media. Menjadi bahan fitnahan .

Akan kah negri ini selamat dari fitnah media ? Akankah moral berpolitik negri ini masih bisa terselamatkan? Terlebih yang suka mengedit mencaci di media adalah golongan muda yang kelak akan menjadi pemegang panji-panji kepemimpinan negri ini...@edo suryo

loading...