Islam Nusantara Telah Sejalan dengan Dakwah Wali Songo

Cara dakwah harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, sebab masing-masing daerah memerlukan cara yang berbeda.


SuaraNetizen.com ~ Rois Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH A'wani Sya'roni menyatakan, perkembangan Islam di Indonesia berbeda dengan di Arab Saudi. "

Kalau dulu perjuangan Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam sampai mengalami peperangan, dilempari batu, bahkan dilempari kotoran oleh orang kafir, tapi di Indonesia tidak ada kiai atau ustadz yang diperlakukan seperti itu," terangnya saat ditemui NU Online di kediamannya, Desa Lodan Kecamatan Sarang, Rembang, Ahad (6/3/).

Kiai A'wani menjelaskan, cara dakwah harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, sebab masing-masing daerah memerlukan cara yang berbeda. Ia mencontohkan, orang Jawa itu lunak, mereka akan mengikuti apa yang dilaksanakan oleh nenek moyang mereka sehingga diperlukan pendekatan yang baik.

"Orang Jawa dahulu memuja pohon-pohon besar yang ada di sekitar lingkungan mereka. Mereka menganggap bahwa pohon tersebut dapat mengabulkan permohonan mereka," ujarnya. 

Terkait persamaan gagasan Islam Nusantara dengan metode dakwah yang dikembangkan Wali Songo, pengasuh Pesantren Al-Musthofa ini mengatakan, Islam Nusantara adalah Islam yang tidak memusuhi atau memberangus budaya yang ada. Justru budaya setempat diakomodir dan dilestarikan selama tidak bertentangan dengan aturan atau syariat Islam.

Wali Songo, lanjut Kiai A'wani, memiliki beberapa metode dakwah. Sebut saja Sunan Kalijaga yang menggunakan pendekatan kesenian wayang dalam berdakwah. "Karena itulah masyarakat Demak dan sekitarnya tertarik terhadap dakwah yang dilakukan beliau," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Zunus/NU Online)

loading...