Kritikan Telak Cak Nun Untuk Yang Suka Menuduh Syirik Orang Lain

SuaraNetizen.com ~ Beberapa waktu yang lalu kita disuguhi berita tentang pimpinan FPI yang merubah kata salam sunda "Sampurasun" Menjadi "Campur Racun" dan nggak kalah serunya habib tersebut juga menuduh bupati purwakarta melakukan  syirik karena menikahi "Nyi Roro Kidul" yaitu sosok gaib yang selama ini dimitoskan sebagai penguasa laut selatan.


Berikut jawaban cak nun tentang Syirik, jawaban cak nun ini sebagai autokritik untuk orang-orang yang suka menuduh syirik tanpa bukti kepada orang lain :

Emha Ainun Najib mengatakan, syirik adalah software, bukan hardware. Jadi ia tidak bisa dilihat dari luar, karena adanya di dalam.

Pria yang akrab disapa Cak Nun ini mengatakan hal itu dalam menanggapi peristiwa perusakan makam cucu Sultan Hamengku Buwono VI, Ki Ageng Prawiro Purbo, yang terjadi hampir dua pekan kemarin, di Jl. Kusuma Negara, Yogyakarta.

Aksi perusakan makam yang sempat mengusik Yogyakarta sebagai Kota Berhati Nyaman tersebut membuat Cak Nun untuk turut serta meluruskan pemahaman masyarakat mengenai apa sebenarnya yang dinamakan syirik.

“Jadi meskipun orangnya sedang umrah di depan Ka’bah, namun jika niatnya salah, itu juga bisa dikatakan syirik,” ujar Cak Nun di sela-sela mengisi acara Syukuran Ulang Tahun ke-68 SKH Kedaulatan Rakyat, Jum’at (27/09) malam, di Halaman Kedaulatan Rakyat, Jl. Solo, Yogyakarta.

Cak Nun pun mengatakan bahwa yang dinamakan syirik adalah ketika menduakan Tuhan, tidak ada hubungannya dengan roh maupun benda. Jika memang di makam Ki Ageng Prawiro Purbo tersebut terdapat pemusyrikan, lanjutnya, maka seharusnya yang dirusak bukanlah makamnya, tapi orangnya.

Kemudian, sosok yang sekaligus suami Novia Kolopaking tersebut mengibaratkan peristiwa mencium Hajar Aswad pada saat ritual Haji dilaksanakan.

“Itu merupakan salah satu cara mencintai Allah. Yang syirik bukan mencium Hajar Aswadnya, tapi pada niatnya, karena itu ajaran dari Nabi. Jadi syirik tidak terletak pada peristiwa maupun benda,” paparnya.

“Hal seperti itu – perusakan makam – bisa terjadi karena kesalahan berfikir, dan hanya ingin mengadu domba umat Islam,” tandas Cak Nun.

Sumber: NU Online Dan berbagai sumber


loading...