Bantahan MUI Atas Pesan Dusta Wahabi Irfan Helmi dan Piyungan Terkait Ceramah Syaikh Al Azhar

Bantahan MUI Atas Pesan Dusta Wahabi Irfan Helmi & Piyungan Terkait Ceramah Syaikh Al-Azhar


Jakarta, SuaraNetizen.com ~ Rangkuman Sikap Pimpinan MUI Terhadap Ceramah Syaikh Al-Azhar Terkait Syiah-Sunni beredar di jejaring sosial dunia maya dan Whatsapp. Isinya memuat pernyatan dan sikap seoalah-olah Pimpinan MUI Pusat menolak pernyataan Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb terkait pesan perdamaian dan ukhuwah islamiyyah yang beliau sampaikan saat bersilaturahmi dengan para ulama Indonesia di Kantor MUI Pusat pada 22 Februari 2016 lalu.Berikut adalah bunyi pesan broadcast yang berjudul “Rangkuman Sikap Pimpinan MUI Terhadap Ceramah Syaikh Al-Azhar”:

Rangkuman sikap Pimpinan MUI thd ceramah Syaikh Akbar al-Azhar, Syaikh Ahmad Muhammad ath-Thayyib al-Asy’ariy di kantor MUI pd Senin, 22 Feb 2016 sbb :

‎1. Pimpinan MUI menyampaikan apresiasi atas kunjungan beliau ke kantor MUI. Namun menyesalkan sebagian ceramah beliau yg mengandung tasykik (mengaburkan substansi masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah) thd persoalan Sunni-Syi’ah.‎


2. ‎Pimpinan MUI tetap mengacu kepada hasil keputusan Rakernas MUI 1984 dan buku panduan MUI bhw• TERDAPAT PERBEDAAN USHUL (POKOK AGAMA) ANTARA SUNNI DAN SYI’AH.Lihat buku “Himpunan Fatwa MUI Sejak Th 1975”.• SYI’AH DI INDONESIA HANYA ADA SATU FIRQOH YAITU IMAMIYAH ITSNA ASYARIYAH ALIAS RAFIDHAH YG JELAS MENYIMPANG.Lihat buku panduan MUI “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”.‎

3. Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan “Syi’ah dan Sunni adalah bersaudara”. Syi’ah yg mana?? Apakah Syi’ah yg membunuhi Ahlus Sunnah di Iran, Iraq, Lebanon, Suriah, dan Yaman? Ucapan itu sdh tidak relevan lagi pd masa sekarang.‎

4. MUI tetap akan mengeluarkan fatwa ttg kesesatan lima ajaran yg selama ini dianut oleh Syi’ah (mainstream), yaitu:• سب الصحابة• عصمة الإمامة• رفض الخلفاء الراشدين• تحريف القرآن• نكاح المتعةوالله ولي التوفيق وهو المستعان وإليه التكلان

Semoga bermanfaat.Bogor, 23 Feb 2016

Irfan Helmi


Melihat broadcast yang beredar tersebut tampak bahwa pesan itu ditulis dan disebarkan oleh Irfan Helmi pada 23 Februari 2016. Pesan broadcast ini pun sampai kepada kami pada hari ini Rabu, 24 Februari 2016. 

Mendapat laporan broadcast itu, kami segera melakukan investigasi dan klarifikasi (tabayyun).Dari hasil investigasi didapatkan bahwa broadcast tersebut telah disebarluaskan oleh situs-situs propaganda seperti situs PKS Piyungan (yang telah berganti nama menjadi Portal Piyungan) dan situs Sahabat Cyber. Dalam situs PKS Piyungan, broadcast tersebut dimuat dengan judul Rangkuman Sikap Pimpinan MUI terhadap Ceramah Syaikh al-Azhar tentang “SUNNI-SYIAH”, sementara situs Sahabat Cyber menuliskannya dengan judulRangkuman sikap Pimpinan MUI thd ceramah Syaikh Akbar al-Azhar

Selain kedua situs tersebut, kami pun menemukan tulisan broadcast itu dalamsitus pribadi Irfan Helmi yang dimuat pada hari ini.Klarifikasi MUI Atas Pesan: Rangkuman Sikap Pimpinan MUI Terhadap Ceramah Syaikh Al-AzharTerkait beredarnya pesan provokatif yang mengatasnamakan Pimpinan MUI yang ditulis oleh Irfan Helmi, pihak MUI Pusat melalui Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dengan tegas membantahnya. 

Dalam klarifikasi yang dimuat website resmi MUI Pusat pada Rabu (24/02/2016) disebutkan bahwa pesan tersebut bukan resume hasil pertemuan Grand Syaikh Al-Azhar dengan MUI.“Bukan dari MUI dan bukan resume hasil pertemuan Syaikh Al-Azhar dengan MUI”, tulis Tim Sekretariat MUI dalam website resmi MUI Pusat, Rabu (24/02/2016).

Grand Syaikh Al-Azhar, lanjut Sekretariat MUI, sangat dihormati dan dimuliakan oleh MUI.Untuk antisipasi agar tidak terjadi salah famam, Sekretariat MUI menegaskan segala informasi terkait kunjungan Syaikh Al Azhar ke MUI akan dijelaskan langsung oleh KH Muhyiddin Junaidi, MA selaku Ketua MUI bidang Kerjasama Luar Negeri.Berikut adalah rilis resmi klarifikasi MUI Pusat atas tulisan Irfan Helmi sebagaimana termaktub dalamwebsite resmi MUI Pusat:

Klarifikasi MUI tentang Rangkuman Sikap MUI terhadap Ceramah Grand Syaikh Al AzharJakarta, 24 Februari 2016 :

Terhadap peredaran catatan berjudul “Rangkuman sikap Pimpinan MUI terhadap ceramah Syaikh Akbar al-Azhar, Syaikh Ahmad Muhammad ath-Thayyib al-Asy’ariy di kantor MUI pada Senin, 22 Feb 2016” yang ditulis Irfan Helmi, dinyatakan bukan dari MUI dan bukan resume hasil pertemuan syaikh al-Azhar dengan MUI.Prof. 

Dr. Syaikh Ahmad at-Thayyib merupakan Grand Syaikh al-Azhar yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh MUI. Untuk hal tersebut agar tidak terjadi salah faham maka segala informasi tentang kunjungan Syaikh Al Azhar ke MUI bisa berkomunikasi dan mendapat penjelasan dari KH Muhyiddin Junaidi, MA, Ketua MUI bidang Kerjasama Luar Negeri.Sekretariat MUI


Siapakah Irfan Helmi Terduga Penyebar Hoax Atas Nama Pimpinan MUI?Setelah dicek ternyata Irfan Helmi yang diduga menyebarkan pesan hoax atas nama Pimpinan MUI hanyalah seorang STAF SEKRETARIAT dan BUKAN PIMPINAN MUI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam website resminya, Irfan Helmi mempunyai nama Kunyah ABU YUSUF, seorang lulusan Al Irsyad Salatiga, yang juga penasihat di Program Khazanah Trans7 dan pengisi kajian di salah satu TV manhaj Salafi Wahabi yang bernama Wesal TV.Berikut profl Irfan Helmi yang termuat dalam website pribadinya:

BIODATA SINGKATNama Lengkap : Irfan HelmiNama Kunyah : Abu YusufTempat/Tgl Lahir : Jogjakarta, 9-8-1970Keluarga : 1 istri, 2 putri dan 2 putra.Alamat Rumah : Taman Cimanggu Jl. Dahlia Masjid blok AA/4 Bogor 16663Alamat Kantor : Gedung MUI Lt 4 Jl. Proklamasi no.51 Menteng Jakarta 10320Pendidikan & Pelatihan:•Tahun 1986-1989 : SMA 4 Yogyakarta• Tahun 1990-1996 : Fak Sastra UGM, Yogyakarta• Tahun 1990-1992 : Takhossus Aqidah & Manhaj di PP Al Irsyad Tengaran, Salatiga• Tahun 2000-skr : Pelatihan Rutin Da’i Ahlus Sunnah di Jawa Timur• Tahun 2014-skr : Kuliah Magister Agama Islam, Univ Islam JakartaAktifitas / Kerja :• Tahun 1993-1996 : pengisi Kajian Islam di wilayah DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur serta pengajar bhs. Arab di Jogjakarta & sekitarnya.• Tahun 1997-skr : pengisi Kajian Islam & bhs. Arab di wilayah Jabodetabek• Tahun 1997-2000 : staf da’i transmigrasi MUI• Tahun 1999-2001 : pengajar agama Islam pada Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) bagi TKI/TKW• Tahun 2000-2009: kepala sekretariat Dewan Syariah Nasional MUI• Tahun 2009-skr : staf khusus Komisi Fatwa MUI• Tahun 2012-2013 : dosen Fak Agama Islam Univ Azzahra, Jakarta• Tahun 2013-skr : penasihat program Khazanah Trans7• Tahun 2014-skr : pengisi Kajian Islam di Wesal TV


Rupanya pesan damai dan ukhuwah yang digaungkan Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb untuk rakyat Indonesia masih belum diterima oleh segelintir pihak. Terbukti ada-ada saja pihak yang membuat pesan “Dusta” yang mengaku-ngaku pimpinan dan lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Na’udzubillah…

Sumber: Ngaji Yuk!.

SUKA BERDUSTA MEREKA ITU...

loading...