Polri Beberkan 15 organisasi pendukung ISIS di Indonesia

Polri Beberkan 15 organisasi pendukung ISIS di Indonesia

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan saat ini mulai banyak organisasi-organisasi di tanah air yang berafiliasi dan mendukung terbentuknya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).


"Ada tiga kelompok besar organisasi radikal. Ada kurang lebih 21 kelompok organisasi yang memang mendukung ISIS," ujar Badrodin depan ulama dan santri saat perayaan silaturahmi nasional 90 tahun Pesantren Gontor di Tangerang, Sabtu (23/1) seperti dilansir Merdeka.

Data itu, kata Badrodin, berdasarkan hasil penelusuran dan pemetaan yang dilakukan institusi beberapa waktu terakhir ini. Tiga kelompok besar versi Polri itu adalah:

1. Jamaah Islamiah, targetnya adalah barat.

2. Tauhid Wal Jihad, targetnya semua orang yang tidak sehaluan dianggap kafir.

3. NII, hanya sekelompok kecil saja dari NII yang melakukan kekerasan

Sementara 15 dari 21 kelompok organisasi pendukung ISIS adalah:

1. Majelis Mujahidin Indonesia Timur

2. Mujahidin Indonesia Barat

3. Ring Banten

4. Jamaah Ansharut Tauhid

5. Jamaat al-Tawhid wal-Jihad

6. Pendukung dan Pembela Daulah Islam

7. Jemaah Ansauri Daulah

8. Ma'had Ansyarullah

9. Laskar Dinullah

10. Gerakan Tauhid Lamongan

11. Halawi Makmun Grup

12. Ansharul Khilafah Jawa Timur

13. IS Aceh

14. Ikhwan Muahid Indonesi fil Jazirah al-Muluk

15. Khilafatul Muslimin

Sementara itu menurut hasil survei Mujani Research and Consulting" (SMRC) mayoritas masyarakat Indonesia tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan oleh organisasi penyebar itu. Dari 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia pada 10-12 Desember 2015, diketahui bahwa 95,3 persen mengatakan tahu tentang keberadaan ISIS dan dengan tegas mengatakan organisasi penyebar teror itu tidak boleh ada di Indonesia.

"Jadi ini pukulan berat buat ISIS, masyarakat Indonesia tidak terima. Ada sedikit yang menerima jumlah sedikit sekali 0,3 persen yang menyatakan 'gak papa ISIS ada di Indonesia dengan berbagai alasannya," Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan seperti ditulis VOA Indonesia.

Namun, kata Djayadi, dari survei itu juga terungkap ISIS cenderung mendapat dukungan di kalangan anak-anak muda dibanding kelompok usia lainnya. Dari survei itu ada 4 persen warga berusia 22-25 tahun dan 5 persen warga yang masih sekolah atau kuliah menyatakan setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS. Sementara di kelompok lain angka itu hanya 0-1 persen.

Menurut anggota Komisi I DPR Mahfud Sidiq, meminta pemerintah tak memandang sepele gerakan ISIS ini. Sebab, kelompok teroris yang berpusat di Raqqa, Suriah, ini sudah terbukti menggalang kekuatan bersama dengan kelompokkelompok radikal Tanah Air.

Keseriusan ancaman ISIS juga diperkuat dengan keberadaan ratusan WNI yang bergabung dengan mereka di Suriah. "Ketika kita bicara ISIS di Indonesia, kita harus kembali pada akarnya bahwa raw material dari ISIS itu kelompok radikal yang sudah lama," ujarnya.

loading...