Melecehkan Juru Foto Istana, Jonru Terancam Dipenjara

Agus Suparto, fotografer Istana yg memotret Presiden Jokowi akan tuntut Jonru ke muka pengadilan karena sudah melecehkan profesionalisme seorang juru foto istana kepresiden-nan.


Tuduhan Jonru terkait foto Presiden joko widodo yg menggunakan sarung di objek wisata Raja Ampat yg dituduh editan akan dikasuskan.

Walau Jonru telah menghapus postingan tuduhan itu di wall fanpage facebook Jonru namun telah terlanjur disebar oleh pengikutnya yang berjumlah seratus ribu lebih. Mungkin katena ketakutan akan dituntut sehingga dia menghapusnya.


Terkait persoalan itu fotografer yg memotret Presiden joko widodo ketika di Raja Ampat marah tidak terima akibat hasil jepretannya diklaim Jonru menjadi editan photoshop. Mas fotografer berencana membawa persoalan ini ke ranah pengadilan..

Semoga saja agar   si Jonru bisa reunian bareng TrioMacan serta YPaonganan dibalik penjara. Status statusnya jonru itu bagai api kecil yang lalu menjadi besar karena disebarkan oleh umatnya. Kebanyakan komentar umatnya jonru adalah umpatan kebencian, menghina, melecehkan terutama apabila menyangkut Presiden Jokowi.

Berikut adalah komentar mas Agus atas tanggapan pelecehan Jonru pada dirinya.

“Mau sembunyi kemanapun akan saya kejar serta saya  tuntut secara UU” kata mas Agus sangat marah.
Memang Jonru sudah kelewatan. Bukan kali ini saja dia itu menyebatkan berita hoax. Telah berkali-kali. Menggunakan alasan ngeles dan  menghapus postingannya kemudian minta maaf.


Jika seluruh pelaku kejahatan minta maaf serta nangis mewek-mewek maka penjara akan kosong dan  polisi tidak ada kerjaannya.

Semoga saja perkara ini benar-benar dituntaskan hingga ke ranah pengadilan agar pelaku penyebar berita hoax dan  penyebar fitnah yg ada di indonesia mendapat pelajaran dan  tidak asal  menuduh orang lain seperti tuduhan Jonru kepada Fotografer Istana mas Agus Suparto ini.

Saya sangat mengharapkan orang seperti jonru di beri pelajaran agar tidak terus menerus memprovokasi masyarakat untuk membenci pemerintah. 


loading...