Jatuh Dari Ketinggian 213 Meter, Orang Ini Diselamatkan Ribuan Semut

Jatuh Dari Ketinggian 213 Meter, Orang Ini Diselamatkan Ribuan Semut 

Tentu kita tidak asing dengan yang namanya gigitan semut api merah, bukan? Berdasarkan penelitian, gigitan semut api merah (Solenopsis invicta) merupakan gigitan semut paling menyakitkan nomor  10 sedunia. Rasa sakit gigitan semut tersebut menyebabkan nyeri tak tertahankan, bengkak kemerahan, sampai infeksi serius.  

 

Namun, seseorang wanita asal North Carolina jiwanya justru diselamatkan oleh gigitan semut api merah. Kok bisa? 

Joan yang berusia 47 tahun adalah seorang manajer bank. Dia adalah seorang penggemar tantangan. Dia pernah 30 kali ikut aksi terjun payung. Tetapi suatu kali, nasib sial  mendatanginya. 

Ketika itu, Joan yang terjun payung dari ketinggian 4400 meter dengan kecepatan 136 km per jam, parasutnya macet. Ketika berada di ketinggian 213 meter dr permukaan tanah, parasutnya terbuka. 

Tapi karena Joan tidak mampu mengendalikan tubuhnya, parasutnya terlepas serta Joan jatuh dengan kecepatan tinggi. Terhempas dari ketinggian tersebut mengakibatkan beberapa tulang pada tubuh bagian kanan Joan mengalami patah tulang. Tak cuma itu, ia jatuh ke sarang semut api merah. 

Dilansir dari circle01, Selasa (19/01/2016), saat pertolongan datang, Joan telah kehilangan kesadaran dgn tubuh bengkak-bengkak kemerahan. Dia dalam keadaan koma selama dua minggu. 

Waktu terbangun, Joan melihat kaki kananya diberi rangka besi serta bengkak-bengkak. Awalnya Joan merasa duka dengan luka yg dia alami, akan tetapi dokter menghiburnya. 

"Entah bagaimana. Tanpa gigitan semut api merah di sekujur tubuh Anda, organ-organ Anda mungkin sudah rusak parah dan  Anda sudah tidak bernyawa." 

Ternyata menurut dokter, karena banyaknya gigitan semut api merah, justru tubuhnya merangsang saraf utk mengeluarkan semacam anti racun dari gigitan semut api merah. Hal ini membuat tubuhnya bertahan sampai bantuan datang. Gigitan ribuan semut api merah telah menyelamatkan Joan tanpa disadari.

loading...