Gus Mus : Kurangnya Pahaman Agama Jadi Faktor Radikalisme

SuaraNetizen.com - Tokoh Nahdatul Ulama, KH Ahmad Mustofa Bisri menerima pengharagaan MURI untuk kategori seniman seni lukis klelet rokok kretek pertama yang membuat pameran di galeri nasional dalam acara ulang tahun ke-26 MURI di gedung kesenian Jakarta pada Kamis (28/1).


Dihadapan wartawan Gus Mus memberikan komentar terkait radikalisme dan ekstrimisme yang belakangan ini menjadi fenomena yang mengganggu Indonesia.

Menurutnya, bukan faktor ekonomi saja yang membuat seseorang bergabung dengan kelompok radikal namun faktor terbesarnya adalah kurangnya pemahaman terhadap agama.

Ia mengatakan “Semangat dengan pemahaman beragama itu harus seimbang. Pemerintah harus menyadari itu merupakan ancaman yang serius dan masyarakat harus kembali pada jati dirinya sebagai orang yang berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab” dilansir dar rmol.com.

Ia mengkritik pemerintah yang selalu menganggap ekonomi sebagai akar masalah dalam persoalan radikalisme dan terorisme, dan menyampingkan budaya yang justru bisa menjadi tameng dari pahaman radikal.

“Dulu zaman orde lama, politik dijadikan panglima. Zaman Soeharto diubah menjadi ekonomi. Sekarang politik kembali dijadikan panglima. Tidak kreatif, mbok ya dicoba sekali-kali budaya dijadikan panglima,” sindir Gus Mus. (II/TF)

loading...