Fakta Adanya Ilmu Nglempit Bumi atau Lipat Bumi

Fakta Nyata Adanya Ilmu Nglempit Bumi atau Lipat Bumi

"Ilmu Ngelempit Bumi" Menjadikan Bumi Tak Berjarak. Dengan ilmu nglempit bumi itu, seseorang dapat menempuh jarak ratusan bahkan ribuan Kilometer hanya dalam sekejap. Benarkah adanya ilmu tersebut ?


LIPAT BUMI

وقال الشيخ خليل المالكي صاحب المختصر المشهور في كتابه الذي ألفه في مناقب شيخه الشيخ عبد الله المنوفي ما نصه: الباب السادس في طي الأرض له مع عدم تحركه من ذلك أن رجلا جاء من الحجاز وسأل عن الشيخ وذكر أنه رآه واقفا بعرفة فقال له الناس الشيخ لم يزل من مكانه فحلف على ذلك فطلع الشيخ وأراد أن يتكلم فأشار إليه بالسكوت وذكر وقائع أخرى وقعت له من هذا النوع ثم قال فإن قلت كيف يمكن وجود الشخص الواحد بمكانين قلت الولي إذا تحقق في ولايته تمكن من التصور في روحانيته ويعطي من القدرة التصوير في صور عديدة وليس ذلك بمحال لأن المتعدد هو الصورة الروحانية وقد اشتهر ذلك عند العارفين بالله كما حكى عن قضيب البان أنكر عليه بعض الفقهاء عدم الصلاة في جماعة ثم اجتمع ذلك الفقيه به فصلى بحضرته ثمان ركعات في أربع صور ثم قال له أي صورة لم تصل معكم فقبل يد الشيخ وتاب. وكما حكى عن الشيخ أبي عباس المرسي أنه طلبه إنسان لأمر عنده يوم الجمعة بعد الصلاة فأنعم له ثم جاء له أربعة كل منهم طلب منه مثل ذلك فأنعم للجميع ثم صلى الشيخ مع الجماعة وجاء فقعد بين الفقهاء ولم يذهب لأحد منهم وإذا بكل من الخمسة جاء يشكر الشيخ على حضوره عنده،

Berkata Syekh Kholill al-Maliky pengarang kitab al-Mukhtashar yeng telah masyhur kitabnya yang beliau karang dalam rangka menjelaskan manaqibnya Abdullah al-Munawwafi dalam kitabnya tertulis :

BAB VI. LIPAT BUMI dan TANPA BERGERAKNYA BUMI

Seorang laki-laki datang dari Negeri Hijaz dan bertanya pada Syekh Abdullah, disebutkan ia melihat beliau wukuf diarafah padahal menurut orang-orang banyak beliau tidak bergeser dari tempatnya dan lelaki tersebut berani disumpah atas apa yang ia lihat, kemudian ia mendatangi syekh Abdullah dan berkeinginan menanyakan hal tersebut tetapi Syekh Abdullah memberi tanda padanya agar ia diam.

Kemudian dituturkan oleh lelaki Hijaz beberapa kejadian-kejadian aneh semacam diatas tentang Syekh Abdullah.

Bila engkau bertanya bagaimana mungkin seseorang dapat menjadi dua wujud di dua tempat yang bereda ?

Jawabnya : Seorang Wali bila telah nyata kewaliannya memungkinkan baginya untuk terwujud ruhaniyahnya, ia diberikan kemampuan oleh Allah mewujudkan dirinya dalam jumlah yang banyak, dan hal tersebut bukanlah mustahil karena yang berwujud banyak adalah bentuk ruhaniyahnya seperti cerita-cerita yang sudah popular dikalangan orang-orang ‘Arif Billah.

Seperti diceritakan bahwa Qadhib al-Baan diingkari oleh sebagian ulama-ulama ahli fiqh kala itu atas tidak pernah terlihatnya menjalankan shalat secara berjamaah, kemudian para ulama fiqh tersebut mendatanginya dan dengan mata kepala sendiri mereka melihat Qadhib al-Baan shalat dengan delapan rakaat dalam bentuk empat wujud Qadhib al Baan sekaligus (4 wujud masing masing sholat 2 rekaat), setelah usai Qadhib bertanya “Bentuk manakah yang tidak shalat bersama kalian ?” akhirnya ulama fiqh tersebut percaya dan mencium tangan Qadhib al-Baan

Dan seperti diceritakan bahwa Syekh Abu Abbas al-Mursy pada waktu hari jumah dimintai hadir oleh seseorang guna sebuah keperluan, syekh Abu Abbas pun memenuhinya seusai shalat jumah, kemudian Syekh juga dimintai oleh empat orang dalam rangka kepentingan mereka masing-masing, semuanya dipenuh oleh Syeikh, padahal ditempat lain Syekh Abu Abbas tengah menjalani jamaah shalat jumah dan setelah selesai shalat beliau duduk diantara para ulama fiqh dan tidak seorangpun meninggalkan masjid kala itu, tiba-tiba lima orang yang beliau kunjungi datang ke masjid dalam rangka mengucapkan terima kasih atas kunjungan Syekh Abu Abbas ditempat mereka masing-masing.

Cerita-cerita lain tentang keunikan lempit bumi/lipat bumi para kekasih Allah diceritakan dalam : Al-Haawy li al-Fataawaa as-Suyuuthy I/322. Atau cerita unik lempit bumi dari Syekh Ali al-Khawwash pengarang syair ‘TOMBO ATI’ versy original yang merupakan guru dari al-‘Arif Billaah Abdul Wahhab as-Sya’roni.

* Masaji Antoro *

Wallaahu A'lamu Bis Showaab


loading...