HUKUM MEMAJANG Foto ULAMA

HUKUM MEMAJANG Foto ULAMA

Memasang patung atau gambar yang bernyawa di dalam rumah pernah disinggung dalam Hadits Bukhori Muslim, bahwa "Orang-orang yang paling hebat siksanya di hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar (seperti ini)". Dan ada lagi hadits Bukhori Muslim yang lain.

Juga dalam buku Muhammad Isa Dawud diterangkan, bahwa jin muslim sangat membenci kalau dalam rumah seorang muslim ada gambar yang bernyawa (foto) dan juga patung walaupun kecil, apalagi malaikat pasti juga sangat membencinya. Namun kenyataanya sekarang banyak sekali foto/gambar ulama' dipajang di rumah-rumah. Adakah hukum yang menghalalkan atau mengharamkan memasang gambar, baik gambar ulama' atau bukan?


Foto tidak dilarang, karena foto adalah menangkap bayangan dari cahaya yang dipantulkan, itu terlepas dari hukum dilarangnya melukis makhluk yang bernyawa. dijelaskan dalam beberapa hadis sahih bahwa malaikat rahmat tidak menginjak rumah / ruangan yang ada lukisan makhluk yang bernyawa padanya, ini maksudnya bahwa di zaman Nabi saw orang orang kafir melukis nabi nabi mereka dan sesembahan mereka untuk kemudian disembah. maka tentunya para malaikat tak akan masuk ruangan yang ada lukisan berhalanya, maksudnya bahwa Rahmat Nya swt akan terjauhkan dari rumah para penyembahan berhala. namun ada juga pendapat para fukaha yang mengatakan bila ada lukisan makhluk yang bernyawa malaikat tak akan masuk ke ruangan itu, tentu sebabnya tidak lain karena hadis Nabi saw yang melarang lukisan. 

Lukisan yang dilarang bukanlah semua lukisan, tapi para ulama mengklasifikasikan bahwa yang dilarang adalah lukisan makhluk yang bernyawa yang dengan tubuh sempurna, bukan setengah badan, bukan hanya kepala misalnya. namun ada pula pendapat ulama dan fukaha kini yang berpendapat bahwa lukisan yang dilarang adalah lukisan berhala, atau apa apa yang disembah selain Allah, misalnya lukisan Bunda Maria, Yesus, Dewa Syiwa dll yang disembah oleh manusia, selain daripada lukisan lukisan itu maka makruh hukumnya dan tidak haram, demikian sebagian ulama berpendapat, namun sebagian besar mengharamkannya kecuali bila lukisan makhluk bernyawa itu tidak sempurna.

Mengenai foto foto orang shalih maka tak ada ikhtilaf dalam hal ini, karena foto adalah menangkap bayangan dari pantulan cahaya, dan bayangan orang shalih mempunyai kekhususan tersendiri, sebagaimana hadis Rasul saw yang mengatakan : "sungguh syaitan itu menyingkir bila melihat bayangan Umar" . menunjukkan bahwa bayangan orang orang shalihin mempunyai keweibawaan disisi makhluk Alah swt, maka demikian istinbath atas foto foto orang shalih, karena foto adalah merekam bayangan. demikian saudaraku yang kumuliakan, wallahu a'lam.

Syeh Muhammad Alwi Al Maliki dalam kitabMajmu' Fatawa wa al Rosail menjelaskan bahwa yang dimaksud dari gambar yang diharamkan itu adalah yang tiga dimensi yang memiliki bayang-bayang yang dimungkinkan bisa hidup dalam kodisi seperti itu bila ditiupkan ruh.

مجمعوع فتاوى ورسائل صــ213

وإن كانت هذه صورة الحونية الكاملة التى لاظل لها فها هنا تفصيل وهو أنها إن كانت فى محل ممتهن كبساط وحصير ووسادة ونحوها كاتنت مباحة ايضا فى مذهب الاربعة إلا أن المالكية قالوا فعل هذه خلاف الأولى وليس مكروها

Demikian saudaraku yang kumuliakan, wallahu a'lam.


loading...