Fakta Tersembunyi dari Muammar Qadzafi Libya yang Bikin Trenyuh

Fakta Tersembunyi dari Muammar Qadzafi Libya yang Bikin Trenyuh

Muammar Qadzafi (معمر القذافي), korban pembunuhan karakter oleh Amerika Serikat, sekutu dan para anteknya. Inilah 16 fakta yang tersembunyi dari seorang Qadzafi (Khadafi/Gaddafi).


Karena menjadikan Libya mandiri dan tak punya hutang luar negeri, ia disebut diktator. Karena seperlima penduduknya penghafal al-Quran, ia disebut diktator. Atau karena inisiatifnya membentuk lembaga sufi dunia, ia harus disingkirkan. Yang jelas, rudal tomahawk yang harganya Rp. 6 Milyar perbiji itu bukan gratisan atau hadiah langsung tanpa diundi.

Petikan surat wasiat Qadzafi: “Biarkan warga bebas dunia mengetahui bahwa kita bisa saja melakukan tawar-menawar dan menjual perkara kita dengan imbalan kehidupan pribadi yang aman dan mapan.” “Kita menerima banyak tawaran sampai saat ini, tapi kita memilih berdiri di garis depan pertempuran sebagai lambang kewajiban dan kehormatan.” “Meski kita tidak serta-merta menang, kita akan memberi pelajaran pada generasi mendatang bahwa memilih melindungi negara adalah kehormatan dan menjualnya merupakan pengkhianatan terbesar dalam sejarah yang akan dikenang selamanya, meskipun ada upaya dari yang untuk melakukan sebaliknya.”

16 Fakta yang Tersembunyi dari Seorang Qadzafi:

1. Tidak ada tagihan listrik di Libya. Listrik, gratis untuk semua warganya.

2. Tidak ada pinjaman bunga. Bank-bank di Libya milik negara, dan pinjaman yang diberikan untuk semua warga tersebut dikenakan bunga 0% oleh undang-undang.

3. Rumah dianggap sebagai hak asasi manusia di Libya. Qadzafi bersumpah bahwa orangtuanya tidak akan mendapatkan rumah sampai semua orang di Libya punya rumah. Ayah Qadzafi telah meninggal, sementara dia, istri dan ibunya masih tinggal di tenda.

4. Semua pengantin baru di Libya menerima $ 60.000 (Dinar) atau (US $ 50.000) dari pemerintah untuk membeli apartemen pertama mereka sehingga membantu untuk memulai sebuah keluarga.

5. Pendidikan dan perawatan medis, gratis di Libya. Sebelum Qadzafi hanya 25% dari warga Libya yang melek huruf. Hari ini angkanya adalah 83%.

6. Jika warga Libya ingin membuka usaha di bidang pertanian, mereka akan menerima lahan pertanian, rumah pertanian, peralatan, bibit dan ternak untuk memulai peternakan mereka, semua gratis.

7. Jika Libya tidak dapat menemukan pendidikan atau fasilitas medis yang mereka butuhkan di Libya, pemerintah mereka akan mengucurkan dana untuk pergi ke luar negeri untuk itu –tidak hanya gratis– tetapi mereka mendapatkan US $ 2.300/bulan, akomodasi dan tunjangan mobil.

8. Di Libya, jika seseorang membeli mobil, pemerintah akan mensubsidi 50% dari harga.

9. Harga bensin di Libya adalah $ 0.14 per liter.

10. Libya tidak memiliki Uang Eksternal dan jumlah cadangannya mencapai $ 150 Milyar –sekarang dibekukan secara global.

11. Jika Libya tidak mampu mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah, negara akan membayar rata-rata gaji profesi seolah-olah dia bekerja sampai pekerjaan ditemukan.

12. Sebagian dari penjualan minyak Libya dikrediktkan langsung ke rekening bank dari semua warga Libya.

13. Seorang ibu yang melahirkan seorang anak menerima US $ 5,000.

14. 40 porsi roti di Libya seharga $ 0,15

15. 25% warga di Libya memiliki gelar universitas.

16. Qadzafi melaksanakan proyek irigasi terbesar di dunia, dikenal dengan proyek buatan manusia Great River, agar air tersedia di seluruh negara padang pasir.

Jadi, siapa yang disebut monster? Jumlah penduduk Libya kurang lebih 6 juta jiwa; dan Muammar Qadzafi telah mempersiapkan 6 juta unit rumah lengkap dengan fasilitas gas, listrik dan air, gratis untuk warganya. Sebagai persiapan bagi warganya yang akan berumahtangga. Hanya orang yang pikirannya lumpuh yang menilai buruk kepemimpinan/pemerintahan beliau.

Tidak semua warga Libya menginginkan Qadzafi mundur. Para pemberontak, hanya sebagian kecil dari warga Libya yang berasal dari suku Raja Idris yang dulu dikudeta Qadzafi tanpa pertumpahan darah, mereka masih dendam atas kudeta tersebut. Dengan topik "Diktator" karena sudah menjabat lebih dari 40 tahun maka disusunlah misi penggulingan Qadzafi.

Melihat ada peluang untuk menggulingkan Qadzafi, para pemimpin dunia yang anti Qadzafi bergotong-royong untuk membatu pasukan pemberotak, agar seolah-olah yang terjadi dan terlihat di mata dunia adalah perang saudara. Tapi, "Anda sekalian bisa lihat siapa yang paling berperan menyukseskan kemenangan para pemberontak."

Awalnya Qadzafi sendiri menggunakan tentara bayaran dari luar negaranya untuk menghadapi para pemberontak. Keputusan itu diambil untuk melumpuhkan kekuatan pemberontak yang telah dipersenjatai oleh pihak asing, tanpa mengorbankan tentaranya untuk melawan saudara mereka sendiri. Tapi oleh media Barat malah diangkat sebagai topik panas yang, selanjutnya makin menyulut perang dan pertumpahan darah.

Kisah ini adalah ole-oleh dari pelajar Indonesia yang sempat menuntut ilmu selama 4 tahun di Libya. Memang tidak lama, tapi setidaknya cukup untuk tahu kehidupan rakyat Libya era Qadzafi. Seorang supir taxi yang mengantar mereka ke bandara saat akan pulang ke Indonesia berkata, “Kehidupan rakyat Libya baru membaik setelah Qadzafi memimpin. Semuanya serba mudah. Mobil ini gratis dari negara. Dan semua penghasilan dari taxi ini adalah milik keluarga saya, tanpa harus membagi ke negara. Oleh karena itu kami akan tetap membela Qadzafi sampai titik darah terakhir." (Yoedi Karyono/muslimedianews).

Bagaimana Keadaan Libya saat ini, Apakah Lebih baik dari pada ketika Qaddafi Memimpin ?

Bagaimanakah kondisi Libya sekarang ini, sejak kejatuhan rezim Muammar Qadafi pada 2011? Seperti halnya negara-negara yang terkena hantaman angin puting beliung Al Arabi' Al Araby alias revolusi rakyat, Libya kini juga sedang mencari jati diri. Namun, di antara negara-negara yang telah dihamtam revolusi rakyat seperti Tunisia, Mesir, dan Yaman, Libya belum mampu bangkit. Negara Arab di Afrika Utara ini belum berhasil membentuk pemerintahan yang kuat.

Sejak ditinggalkan pasukan asing (Barat) yang ikut membantu menjatuhkan rezim Qadafi, Libya sepertinya tidak ada pemimpin. Pemilu ternyata tidak berhasil mendatangkan anggota-anggota parlemen yang berkualitas. Di antara mereka justeru terjadi konflik tajam dan saling tidak percaya. Akibatnya, pemerintahan yang terbentuk pun sangat lemah dan korup. Rakyat pun sudah tidak percaya kepada apa yang disebut orang-orang pemerintahan. Yang terjadi kemudian maraknya milisi-milisi bersenjata yang bisa menculik dan membunuh siapa pun.

Dalam dua tahun terakhir saja telah terjadi pergantian empat kali perdana menteri. Seorang di antaranya melarikan diri ke luar negeri takut dibunuh oleh lawan politiknya sebagaimana terjadi pada seorang wakil perdana menteri yang tewas di tangan milisi bersenjata. Dalam jangka dua tahun itu juga terjadi pengepungan gedung parlemen, pembunuhan Duta Besar Amerika Serikat, penculikan Duta Besar Yordania, dan sejumlah diplomat asing melarikan diri meninggalkan negara itu. Sejumlah warga Libia, terutama orang-orang kaya dan profesional, juga banyak yang meninggalkan negara itu untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain.

Dalam kondisi buruk seperti itu, mengutip kolomnis media Al Sharq Al Awsat, Abdul Arahman Al Rasyid, hanya ada tiga kemungkinan yang akan terjadi di Libya. Pertama, runtuhnya negara itu berikut lembaga-lembaganya dan berakhir dengan perpecahan. Kedua, milisi-milisi bersenjata yang berinduk ke Alqaida akan semakin marak dan menguasai kota-kota besar dan strategis yang akan mengakibatkan perang saudara. Ketiga, intervensi pasukan asing dalam jangka yang lama seperti terjadi di Afghanistan dan Irak.

Karena itu bisa dipahami ketika muncul dukungan dari berbagai lapisan masyarakat Libya kepada seorang tokoh militer seperti Jenderal Khalifa Belqasim Haftar. Haftar yang kini berusia 65 tahun, sebelumnya pernah memimpin perlawanan terhadap Qadafi selama 20 tahun dari pengasingan. Pada 2011, ia pulang ke Libya dan memimpin perlawanan bersenjata terhadap rezim Qadafi hingga kejatuhannya. Kini ia merupakan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya.

Tugas Jenderal Haftar tentu tidak ringan. Ia harus mampu menyatukan anggota militer Libya yang kini berkelompok-kelompok dan bercerai-berai. Belum lagi harus menghadapi anggota milisi yang diperkirakan 200 ribu di antaranya mempunyai senjata berat. Mereka 'menguasai' sejumlah kota dan wilayah strategis di Libya. Bila Jenderal Haftar tidak berhasil mengambil kendali keamanan dikhawatirkan Libya akan benar-benar menjadi negara gagal seperti Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, dan Somalia. (Republika)

Para pemberontak dan pengacau di Libya mengaku sebagai mujahidin baik dari hizbut, alqaida, nato dll. Apa yang digembar-gemborkan selama ini diLibya jihad, keadilan, ketentraman, demokrasi, khilafah dll... ternyata omong kosong, hanya fitnah, propaganda zionis, barat dan wahabbi, setelah kekayaan negara dikuras, kontrak-kontrak minyak ditanda tangani pihak barat cuci tangan dan tidak lupa aset Libya masih tetap dibekukan, dapat dicairkan tapi bentuknya menjadi pinjaman......

Libya menjadi negara yang hancur lebur dan teraniaya Suriahpun demikian... didatangkan dari seluruh penjuru dunia, mengaku-aku mujahidin, jihad, khilafah dll tapi mereka semua melakukan penghancuran pembinasaan diluar batas-batas kemanusiaan, fitnah dan propaganda terus menerus disebar demi kemenangan zionis barat dan wahabbi, tujuannya Suriah menjadi seperti Libya bahkan mungkin lebih parah lagi....

Kasihan rakyat Libya dan Suriah yang sekarang menderita...

Semoga Allah SWT memperkuat Iman kita tali persaudaraan kita sesama muslim apapun mazhabnya


loading...