Kisah Karomah Luar Biasa Sayyidina Umar bin Khattab r.a

Kisah Karomah Luar Biasa Sayyidina Umar bin Khattab r.a

Kisah Teladan -- Diantara karomah  Sayidina Umar yaitu dengan izin Allah beliau bisa mewujudkan teknologi komunikasi yang super canggih, “the power of taqwa”.

Kisahnya, ketika itu sayidina Umar sedang berkhutbah pada Madinah di hadapan kaum muslimin, tanpa ada angin dan hujan dalam khutbahnya beliau tiba tiba berteriak keras : “Sariyaaaahhh…pergi ke balik  bukitt...!!!” 


Orang-orang yg hadir saat itu terheran-heran mendengar teriakan beliau yang tiba-tiba itu.  Sampailah beberapa minggu kemudian, tibalah sepasukan kaum muslimin, dipimpin komandan Sariyah bin Zanim Al Khalji, yang pulang dari medan jihad pada Yerusalem, Palestina. 

Sariyah lalu menghadap Sayyidina Umar dan  menceritakan pengalamannya. Dia berkata bahwa, persis di hari serta waktu yg sama yaitu waktu sayidina Umar berkhutbah di Madinah itu, Sariyah mendengar dengan jelas suara Sayidina Umar memerintahkan pasukannya supaya pergi menuju ke-balik bukit. 

Sehingga pasukannya bisa selamat dari kepungan musuh yang banyak dan berhasil pula menguasai Yerusalem. 

Kisah terkenal ini dimuat dalam kitab   terbitan Beirut berjudul Thobaqat Al Munawi Al Qubro dan  Jami’ Karomat Al Awliya’.

Pernah suatu ketika pada zaman pemerintahannya, sungai Nil mengalami surut serta kering airnya. Menurut tradisi kuno bangsa Mesir ( Qibty ) seorang gadis perawan harus dikorbankan dengan cara ditenggelamkan hidup hidup sebagai hadiah untuk penguasa sungai Nil hal itu dilakukan agar air sungai Nil melimpah. 

Mengetahui hal itu Sayidina Amr bin Ash ( Gubernur Mesir ketika itu ) mencoba menghilangkan tradisi buruk itu sebab kedatangan Islam bertujuan menghapuskan kepercayaan jahiliyah. 

Tetapi usahanya tak membuahkan hasil, oleh karena itu beliau mengirim surat kepada Khalifah Umar ibnu Khottob ra. Setelah membaca surat Amr bin Ash, Sayidina Umar lalu segera menulis sebuah surat yang berbunyi : 

“ Surat ini dikirim oleh Umar...Amirul Mukminin kepada sungai Nil. 
Wahai sungai Nil…apabila air yg mengalir di tubuhmu bukan dari kuasa Allah maka kami tidak memerlukanmu sama sekali, akan tetapi kami yakin Allah Maha Berkuasa serta kepadaNya kami memohoin agar engkau  mengalir ”.

Lalu Sayidina Umar memerintahkan Amr bin Ash supaya mengirimkan surat itu kpd sungai Nil dengan cara menghanyutkannya ke dalam sungai Nil.

Benar-benar ajaib, tak berapa lama air sungai itupun muncul dan mengalir seperti sedia kala sehingga tradisi pengorbanan gadis perawan dapat dimusnahkan dari bumi Mesir, dengan peristiwa itu juga kewibawaan Islam semakin menjulang di Mesir. 

Dalam kisah ini dapat kita fahami bahwa sungai Nil, sebagai makhluk Allah, pun taat pada khalifahNya. 

Kisah ini ditulis pada buku besar  Nadharu Asasul Hukmiatul Islamiyah.

Kemudian, pernah suatu saat pada jazirah arab terjadi gempa bumi dahsyat. Waktu itu Sayidina Umar telah diangkat menjadi Khalifah. Benar-benar  diluar akal, cuma dengan tongkatnya Sayyidina Umar bin khottob memukul bumi yang sedang berguncang itu, sambil mengatakan : 

“ wahai bumi, engkau  hamba Allah serta aku  khalifahNya, mengapa engkau  berguncang, apakah saya pernah bertindak tidak adil kepada engkau ?”.

Dengan karunia  Allah bumi pun berhenti berguncang, bumi menjadi makhluk Allah pun ikut tunduk patuh pada kholifah Allah, ”WAKIL ILAHI” di jaman itu. 

Dalam dunia wali orang seperti ini disebut Shohibuz Zaman/Ghauts /Khutubul Auliya’/ Sulthonul Auliya’ yaitu pemilik jaman, yg kepadanya-lah Allah mewariskan bumi ini.





loading...