Charlie Hebbo mengolok-olok Nabi Muhammad,Pesohor Perancis ini Justru Masuk Islam

Sutradara asal Perancis, Isabelle Matic, membuat gempar negara itu. Melalui Facebook, Matic menyatakan telah memeluk Islam. Pengumuman itu dibuat hanya beberapa hari setelah majalah satir Charlie Hebdo yang membuat kartun bernada menghina Nabi Muhammad, mendapat serangan teror hingga menewaskan kartunis sekaligus sang pemimpin redaksi, Stephan Carbone.

"Hari ini, saya telah melalui pilar Islam yang pertama (syahadat). Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah Rasulnya," kata Matic dalam sebuah pesan yang ditulis di halaman Facebook miliknya pada 11 Januari 2015.

Dia kemudian berterima kasih kepada aktor Maroko, Hicham Bahloul yang telah bersedia mengumumkan keputusannya memeluk Islam di koran-koran Maroko. Dalam pesan lainnya, dia menggambarkan bahwa keputusannya itu didasarkan pada keyakinannya terhadap kebebasan menyampaikan pendapat. "Di antara pembantaian di kantor Charlie Hebdo dan peristiwa yang mengikutinya, saya menjadi seorang muslim," tulisnya.

Dia menulis bawah mereka (Charlie Hebdo) telah mengolok- olok Nabi Muhammad tapi sebenarnya tidak menyakiti beliau.

"Mereka hanya mengolok-olok orang yang menurut imaginasi mereka dan kemudian memberinya sebuah nama. Tapi yang mereka olok-olok itu bukan Nabi kita."

Matic kemudian mengingatkan bahwa Nabi Muhammad pernah diolok-olok oleh penduduk Mekah yang menolak ajaran yang dibawanya.

"Sebagian penduduk Mekah menertawakan Nabi Muhammad dan menyebutnya Modamam. Tapi Nabi hanya tersenyum. Ya, dia tersenyum! dan berkata: 'Mereka mengolok-olok Modamam, bukan aku'," tulis Matic.

Matic ingin menegaskan bahwa sikap Nabi Muhammad seperti itu adalah cara melawan provokasi dan itu telah diajarkan kepada umatnya.

"Jadi jika Charlie Hebdo akan menerbitkan yang seperti itu lagi, tidak usah digubris. Jangan merespons provokasi seperti itu. Jangan membuat mereka orang penting," tambahnya.

Dalam terbitan terbarunya pada Rabu kemarin, Charlie Hebdo menggambarkan Nabi Muhammad sedang menangis sambil membawa tanda berbunyi 'Semua Dimaafkan'. Serangan yang menewaskan 10 jurnalis dan dua polisi pekan kemarin akibat sejarah panjang majalah satir itu dalam menyinggung perasaan jutaan muslim di seluruh dunia. (Ism, Sumber: OnIslam.net/dream)

Kita tidak perlu terlalu terprovokasi,karena yang mereka nistakan sebenarnya hanya imajinasi mereka saja.
loading...